Kultum Hari ke-26 Ramadan 1447 H: Menjemput Lailatul Qadar dengan Hati yang Bersih dan Ibadah Terbaik

Rangga Gautama, Alumni Pondok Pesantren Babussalam Tahun'94, Pekanbaru.

posmetrobatam.co.id | Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Hari ini kita telah memasuki hari ke-26 bulan Ramadan 1447 Hijriah. Artinya, kita berada di penghujung bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Waktu yang tersisa tidak banyak lagi. Inilah saat yang sangat berharga bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW memberikan teladan kepada umatnya bahwa ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, beliau semakin meningkatkan ibadahnya. Dalam sebuah hadis disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya:
Dari Aisyah RA berkata: Nabi SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak menyia-nyiakan kesempatan di akhir Ramadan. Beliau memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta memperbanyak amal kebaikan lainnya.

Mengapa sepuluh malam terakhir Ramadan begitu istimewa?

Karena pada malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)

Seribu bulan sama dengan lebih dari 83 tahun ibadah. Artinya, jika seseorang beribadah dengan penuh keimanan pada malam Lailatul Qadar, pahalanya seakan-akan ia beribadah selama puluhan tahun.

Subhanallah.

Bayangkan jika malam itu kita gunakan untuk shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berdzikir, dan berdoa dengan penuh keikhlasan. Betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya.

Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam tersebut. Dalam sebuah hadis disebutkan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)

Di hari ke-26 Ramadan ini, mari kita lakukan muhasabah, introspeksi diri. Sudah sejauh mana ibadah kita selama Ramadan?

Apakah puasa kita hanya sekadar menahan lapar dan dahaga? Ataukah kita juga menjaga lisan, menjaga hati, dan menjaga perbuatan dari hal-hal yang tidak diridhai Allah?

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan berarti kita semakin dekat kepada Allah, semakin takut melakukan dosa, dan semakin semangat melakukan kebaikan.

Oleh karena itu, di sisa Ramadan yang tinggal beberapa hari ini, marilah kita perbanyak amal saleh, seperti:

  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an
  • Melaksanakan shalat malam (qiyamul lail)
  • Memperbanyak sedekah
  • Memperbanyak doa dan istighfar
  • Menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita tentang keutamaan beribadah di malam Ramadan melalui sabdanya:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:
Barang siapa yang menghidupkan malam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya. Bahkan dosa-dosa yang telah lalu bisa diampuni hanya dengan menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah yang ikhlas.

Hari ke-26 Ramadan adalah kesempatan emas. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena melewatkan malam-malam yang penuh kemuliaan ini.

Mari kita tutup kultum ini dengan sebuah doa agar Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadan.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ

Artinya:
Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat malam kami, rukuk dan sujud kami. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari api neraka di bulan yang penuh berkah ini.”

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapatkan Lailatul Qadar, diampuni dosa-dosanya, serta keluar dari Ramadan dalam keadaan suci dan penuh keberkahan.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *