Camat Belakang Padang Abdul Hanafi Monitoring Tahap Ketiga Penilaian Lomba Lampu Hias Ramadan, Warga Tampilkan Kreativitas Terbaik

Belakang Padang | Semarak Ramadan di Kecamatan Belakang Padang semakin terasa dengan gemerlap lampu hias yang menghiasi lorong-lorong pemukiman warga. Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE turun langsung melakukan monitoring tahap ketiga penilaian perlombaan lampu hias Ramadan yang diikuti oleh sejumlah Uspika Kecamatan Belakang Padang dan Tokoh Masyarakat, Senin malam (16/3).

Kegiatan monitoring ini dilakukan setelah Camat Belakang Padang bersama unsur pimpinan kecamatan (Uspika), tokoh masyarakat, serta panitia lomba melaksanakan acara buka puasa bersama yang digelar di Jumari Cafe, Belakang Padang. Suasana penuh kebersamaan dalam kegiatan berbuka tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan malam itu sebelum rombongan bergerak meninjau lokasi-lokasi peserta lomba.

Usai berbuka puasa dan melaksanakan salat Magrib, rombongan kemudian berkeliling ke beberapa titik untuk melihat secara langsung kreativitas warga dalam menghias lingkungan mereka dengan lampu warna-warni yang memancarkan keindahan khas Ramadan.

Di sejumlah gang dan jalan lingkungan, terlihat berbagai bentuk dekorasi lampu yang dirancang dengan konsep unik, mulai dari gerbang bercorak Islami, lorong cahaya berwarna-warni, hingga ornamen lampu yang membentuk kubah masjid. Hiasan tersebut tidak hanya memperindah kawasan permukiman, tetapi juga menciptakan suasana Ramadan yang hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE menyampaikan bahwa kegiatan lomba lampu hias ini merupakan tradisi masyarakat yang terus dilestarikan setiap bulan suci Ramadan.

“Lomba lampu hias ini bukan hanya sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Kita melihat bagaimana masyarakat bekerja sama, bergotong royong menghias lingkungan mereka sehingga tercipta suasana Ramadan yang indah dan penuh kebersamaan,” ujar Abdul Hanafi.

Ia menjelaskan bahwa monitoring tahap ketiga ini menjadi bagian dari proses penilaian yang dilakukan secara langsung oleh tim juri dengan melihat berbagai aspek, mulai dari kreativitas, kerapian, hingga kekompakan masyarakat dalam menata lingkungan mereka.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang luar biasa. Banyak lingkungan yang menampilkan dekorasi lampu hias dengan konsep yang sangat menarik, bahkan ada yang menampilkan nuansa religi yang kental. Ini menunjukkan semangat kebersamaan warga Belakang Padang sangat kuat,” tambahnya.

Abdul Hanafi juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda tahunan yang semakin meriah dari tahun ke tahun.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memeriahkan Ramadan, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat persaudaraan,” tutupnya.

Perlombaan lampu hias Ramadan di Kecamatan Belakang Padang sendiri menjadi salah satu tradisi yang selalu dinantikan warga setiap tahunnya. Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan berlangsungnya tahap ketiga penilaian ini, masyarakat kini menantikan hasil akhir perlombaan yang akan diumumkan menjelang akhir Ramadan. Namun lebih dari itu, semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercipta menjadi nilai utama yang dirasakan oleh seluruh warga Belakang Padang sepanjang bulan suci ini.

 

Pewarta : M. Yusuf Suhaili

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *