6 Warga Belakang Padang Korban Bencana Alam Terima Bantuan BTT dari Pemko Batam 

Belakang Padang | Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) melakukan penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam awal tahun 2025. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kantor Pemko Batam, Lantai IV, Selasa (11/3/2025)

Seperti diketahui, saat awal tahun, bencana yang terjadi akibat angin kencang, curah hujan tinggi, longsor, serta air pasang atau rob. Melanda delapan kecamatan di Batam dan menyebabkan kerusakan rumah serta korban jiwa.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Leo Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari musibah tersebut.

“Ini menindaklanjuti musibah bencana awal tahun 2025 di Kota Batam, adanya angin kencang, curah hujan tinggi dan longsor, dan juga ada air naik, air rob,” ujar Leo, Rabu (12/3/2025).

Menurutnya, pada awal tahun itu hampir seluruh wilayah Batam mengalami dampak bencana saat itu. Melihat besarnya dampak, Dinas Sosial bersama Pemko Batam menetapkan status tanggap darurat bencana di Kota Batam.

“Bersumber dari semua camat melaporkan, hasil laporan camat tadi lebih kurang 8 kecamatan itu diverifikasi oleh tim, kita cek ke lapangan. Akhirnya ditetapkanlah tanggap darurat bencana dengan bantuan BTT (belanja tidak terduga) untuk membantu korban bencana tersebut,” katanya.

Seperti halnya bencana yang terjadi di Kecamatan Belakang Padang beberapa waktu lalu yang merusak rumah warga di Kelurahan Tanjung Sari dan Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang.

Dari hasil pendataan, ada 6 (enam) rumah atau KK di Kecamatan Belakang Padang yang hasil verifikasi layak dibantu, yaitu dengan kriteria rusak ringan dan rusak sedang.

Lurah Tanjung Sari, Mardiana saat dikonfirmasi mengatakan, untuk wilayah Kelurahan Tanjung Sari korban terdampak bencana alam ada 3 (tiga) KK dengan kondisi rumah rusak ringan dan sedang.

“Ada 3 (tiga) warga yang terdampak di Rawasari RT 001/RW 005 diantaranya Darmin Harahap, Kamarudin Hasibuan dan Noryadi dengan kondisi 2 (dua) rumah rusak ringan dan 1 (satu) rumah dalam kondisi rusak sedang,” jelas Lurah Tanjung Sari Mardiana.

Ia menambahkan, 3 (tiga) warga terdampak menerima bantuan BTT dari Pemko Batam melalui Dinsos langsung ke rekening masing – masing korban bencana yang diserahkan secara simbiolis oleh Wali Kota Batam dan Wakil Walikota Batam.

“Untuk bantuan BTTnya tergantung kategori kerusakan rumah, dengan rincian rusak ringan terima 5 juta sedangkan rusak sedang 7,5 juta,” papar Mardiana.

Sementara itu, Lurah Sekanak Raya, Muhammad Rohman, S.Pdi, menyampaikan, 3 (tiga) warga Kelurahan Sekanak Raya yang menjadi korban bencana alam dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang sudah menerima bantuan BTT yang diserahkan secara simbiolis.

“3 (tiga) warga Kelurahan Sekanak Raya korban dari bencana alam sudah terima bantuan Belanja Tak Terduga (BTT) dari Pemko Batam melalui Dinas Sosial dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang yang di serahkan Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam secara simbiolis kemaren (Selasa – red),” ujar Lurah Sekanak Raya, Muhammad Rohman, S.Pdi, kepada awak media, Rabu (12/3/2025)

Ia menjelaskan, 3 (tiga) warganya menerima bantuan BTT tersebut diantaranya : Firmansyah (Kp. Bugis Batu Gajah RT.001 RW.001), Nurlela (Kp. Bugis Batu Gajah RT.001 RW.001), Sudirman (Kp. Jawa RT.003 RW.002) dengan kategori  ada 2 (dua) rumah dengan  rusak ringan dan 1 (satu) rumah dengan kategori rusak sedang.

“Masing – masing korban bencana alam di Kelurahan Sekanak Raya menerima bantuan BTT berkisar 5 juta hingga 7,5 juta  yang ditransfer ke rekening masing masing sesuai data yang kita serahkan, tutupnya.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menuturkan Pemko Batam baru bisa memberikan bantuan tersebut sekarang, karena beberapa alasan. Yaitu untuk verifikasi itu perlu tahapan.

Mulai dari data yang disampaikan Lurah dan Camat. Kemudian tim turun untuk melihat kondisi eksistingnya. Setelah itu dihitung oleh tim.

“Baru dibuat perwakonya tentang warga-warga yang berhak mendapatkan bantuan itu. Setelah proses itu selesai, baru akan didistribusikan. Juga proses semua karena kemarin ada transisi pemimpin,” kata Amsakar.

Amsakar juga berharap warga tak bermukim lagi di daerah rawan longsor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *