Belakang Padang | Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, mencapai puncaknya dengan digelarnya final Perlombaan Pacu Laut Penawar Rindu 2026, Senin (17/8/2026).

Berlangsung di perairan Belakang Padang, perlombaan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling menyedot perhatian masyarakat dalam perayaan HUT ke-81 RI. Sejak babak awal hingga memasuki final, persaingan para peserta berlangsung sengit dengan mengandalkan kecepatan, keterampilan serta kekompakan di atas lintasan laut.
Deru mesin perahu yang berpacu dengan kecepatan tinggi berpadu dengan sorak-sorai penonton yang menyaksikan dari sekitar lokasi. Setiap peserta berusaha memberikan penampilan terbaik untuk menjadi yang tercepat dan membawa pulang gelar juara.
Setelah melalui persaingan hingga babak final, sejumlah peserta akhirnya berhasil keluar sebagai para jawara Pacu Laut Penawar Rindu 2026 dari berbagai kategori yang dipertandingkan.
Pada kategori 15 PK Standar, posisi pertama diraih X6amber – Jaloh. Posisi kedua ditempati Melenggang, kemudian Pablo 172 di posisi ketiga dan Novistar di posisi keempat.
Selanjutnya pada kategori 15 PK Racing, Radu berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Harimau Kumbang, disusul Melenggang di posisi ketiga dan Pablo 172 di posisi keempat.
Persaingan semakin menarik pada kategori 40 Racing. Zidan – Bontong berhasil menjadi yang tercepat dan meraih posisi pertama. Kemudian Laode Ledin – Bontong berada di posisi kedua, Kumbang Beracun – Kasu di posisi ketiga, serta Bujang Senang – Kasu di posisi keempat.
Sementara itu, pada kategori Sampan 9 Orang, juara pertama diraih Maca Terbang (Pl. Panjang). Posisi kedua ditempati Ratu Judah (C. Gunung), sedangkan Sudah Apa (Pl. Jaloh) berada di posisi ketiga.
Kemudian pada kategori Sampan 7 Orang, Kian Terbang (Pl. Aweng) berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati Boleh Jago (Tg. Abat), sementara Peng Hulu Laut (Pl. Panjang Timur) berada di posisi ketiga.
Adapun pada kategori Sampan 5 Orang, posisi pertama diraih Sahabat (Pl. Cengku). Posisi kedua ditempati Panglima Elang Menembara, sedangkan Awan Biru (Biru) (Pl. Pecong) berhasil meraih posisi ketiga.
Camat: Bukan Sekadar Perlombaan
Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, mengatakan kegiatan Pacu Laut Penawar Rindu menjadi salah satu bentuk kemeriahan masyarakat dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat di wilayah pesisir.
“Pacu laut ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari semangat kebersamaan masyarakat Belakang Padang dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Abdul Hanafi.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga menjadi agenda yang mampu menarik partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan karakter dan potensi wilayah Belakang Padang sebagai kawasan yang memiliki kehidupan masyarakat yang sangat dekat dengan laut.
“Yang paling penting adalah kebersamaan dan semangat masyarakat. Kita ingin kegiatan seperti ini memberikan hiburan bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan potensi yang ada di Belakang Padang,” lanjutnya.
Dukungan Sponsor H. Hasyim dan H. Laode Salman
Kemeriahan Perlombaan Pacu Laut Penawar Rindu 2026 juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor H. Hasyim dan H. Laode Salman.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu terlaksananya kegiatan hingga mencapai babak final. Keduanya turut memberikan perhatian terhadap kegiatan masyarakat yang dikemas dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
H. Hasyim menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan masyarakat merupakan bentuk kepedulian untuk ikut menyemarakkan momentum kemerdekaan sekaligus memberikan hiburan bagi warga.
“Kami tentu senang bisa ikut mendukung kegiatan masyarakat seperti ini. Mudah-mudahan perlombaan Pacu Laut Penawar Rindu dapat terus berkembang dan memberikan hiburan serta manfaat bagi masyarakat Belakang Padang,” kata H. Hasyim.
Senada, H. Laode Salman menilai kegiatan pacu laut memiliki daya tarik tersendiri karena sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Belakang Padang yang identik dengan wilayah kepulauan dan pesisir.
“Pacu laut ini memiliki ciri khas tersendiri bagi masyarakat Belakang Padang. Kami berharap dukungan ini dapat ikut menyukseskan kegiatan dan menjaga semangat kebersamaan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan,” ujar H. Laode Salman.
Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semarak peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan kepedulian berbagai unsur masyarakat.
Tradisi Pesisir yang Terus Hidup
Bagi masyarakat Belakang Padang, perlombaan pacu laut bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang tercepat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari warna kehidupan masyarakat pesisir yang sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan laut.
Karena itu, ketika perlombaan berlangsung, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga memberikan dukungan kepada peserta yang mereka jagokan.
Ketegangan semakin terasa ketika para peserta memasuki lintasan final. Perahu-perahu melaju dengan kecepatan tinggi, sementara para penonton terus memberikan semangat hingga peserta mencapai garis akhir.
Setiap kategori menghadirkan cerita dan persaingan tersendiri. Para peserta dituntut memiliki keberanian, keterampilan mengendalikan perahu serta kemampuan menjaga kecepatan hingga akhir perlombaan.
Hadirnya berbagai kategori juga membuat perlombaan semakin semarak. Mulai dari kategori mesin 15 PK standar, 15 PK racing, 40 racing hingga kategori sampan dengan jumlah peserta berbeda, semuanya mampu menghadirkan tontonan yang menarik bagi masyarakat.
Final Pacu Laut Penawar Rindu 2026 akhirnya menjadi salah satu penutup rangkaian kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Belakang Padang.
Lahirnya para jawara dari masing-masing kategori menjadi bukti bahwa persaingan berlangsung dengan penuh semangat. Namun di balik kompetisi tersebut, terdapat nilai kebersamaan, sportivitas dan semangat untuk melestarikan kegiatan khas masyarakat pesisir.
Bagi masyarakat Belakang Padang, kemeriahan final Pacu Laut Penawar Rindu 2026 bukan hanya tentang kemenangan para juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum berkumpulnya masyarakat, mempererat silaturahmi dan merayakan kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka.
Dengan berakhirnya babak final, para jawara pun resmi mencatatkan namanya sebagai pemenang Pacu Laut Penawar Rindu 2026. Sementara semangat masyarakat untuk menjaga tradisi dan memeriahkan peringatan kemerdekaan di wilayah pesisir diharapkan terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Reporter : M. Yusuf Suhaili
Editor : Zaki





