Batam | Kapal induk helikopter ITS Giuseppe Garibaldi terpantau melintas di perairan perbatasan Batam dan Selat Singapura, Rabu (16/9) pagi. Kapal perang eks Angkatan Laut Italia itu diketahui sedang dalam pelayaran menuju Indonesia setelah bertolak dari Colombo, Sri Lanka.
Pergerakan Garibaldi tersebut dikonfirmasi oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL). Kapal tersebut menggunakan jalur resmi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dalam pelayarannya menuju wilayah Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan rute yang dilalui Garibaldi telah direncanakan dan dipilih dengan mempertimbangkan aspek keamanan.
“Rute pelayaran Garibaldi sudah direncanakan dengan matang melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang dipilih sangat aman,” kata Tunggul dikutip dari Indonesia Defense Magazine, Kamis (17/9).
Dalam pelayarannya memasuki perairan Indonesia, Garibaldi tidak bergerak sendirian. TNI AL mengerahkan dua kapal perang, yakni KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320.
Kedua kapal perang Indonesia tersebut disiapkan untuk melaksanakan latihan bersama Garibaldi dalam bentuk Passing Exercise (PASSEX) selama kapal tersebut melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.
“Garibaldi direncanakan melaksanakan latihan PASSEX dengan 2 unsur KRI kita saat pelayaran menuju Tanah Air,” ujar Tunggul.
Kehadiran Garibaldi di perairan Indonesia juga menjadi bagian dari agenda diplomasi maritim TNI AL. Kerja sama dengan angkatan laut negara sahabat melalui patroli maupun latihan bersama dinilai menjadi bagian dari upaya membangun dan menjaga stabilitas keamanan kawasan.
“Pada prinsipnya, TNI AL memegang prinsip peran diplomasi untuk menciptakan stabilitas keamanan di kawasan,” kata Tunggul.
Tak hanya untuk kepentingan operasi militer, TNI AL menyebut keberadaan Garibaldi juga diarahkan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Kapal tersebut diproyeksikan dapat mendukung berbagai misi kemanusiaan, termasuk penanganan bencana alam dan pemberian bantuan kemanusiaan.
“Sehubungan dengan kehadiran Garibaldi ini, TNI AL memandang bahwa kapal induk ini sangat berfungsi dan akan digunakan untuk OMSP, khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan,” ujarnya.
Sebelum terlihat melintas di sekitar perairan Batam, Garibaldi telah menempuh perjalanan panjang dari Pangkalan Taranto, Italia.
Kapal tersebut bertolak pada 24 Agustus 2026, kemudian melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Dari Colombo, Garibaldi melanjutkan pelayarannya menuju Indonesia hingga memasuki jalur perairan sekitar Batam dan Selat Singapura.
Selanjutnya, kapal induk helikopter tersebut meneruskan pelayaran menuju wilayah Laut Natuna dengan pengawalan unsur TNI AL dan agenda latihan bersama selama perjalanan.
Editor : Aken





