Kultum Ramadhan Hari ke – 20 : Keutamaan Melakukan I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan

Batam | Salah satu amalan sunnah di 10 hari terakhir Ramadhan adalah i’tikaf di masjid. I’tikaf merupakan aktivitas berdiam diri di masjid untuk melakukan berbagai kegiatan demi mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh sebab itu, i’tikaf diisi dengan kegiatan ibadah oleh pelakunya. Mereka akan menjalan salat malam termasuk tarawih, tadarus, zikir, dan sebagainya. Salah satu harapan saat i’tikaf yaitu mendapatkan lailatul qadar.

Bacaan Lainnya

Lailatul qadar adalah sebuah malam yang jika beramal salih saat itu, nilai pahalanya setara ibadah selama seribu bulan. Malam qadar diindikasikan akan berada di tanggal ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Sebuah hadis menceritakan, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan kepada kami tentang lailatul qadar, beliau bersabda: ‘Dia (lailatul qadar) di bulan Ramadhan di puluhan yang akhir yaitu malam 21, 23, 25, 27 atau malam 29, atau di akhir malam Ramadhan. Barang siapa mengerjakan bangun untuk beribadah pada malam itu karena iman dan mengharap ridho Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang’.” (HR. Ahmad)

Setiap muslim hendaknya tidak menyia-nyikan 10 hari terakhir Ramadhannya. Urusan kebutuhan hari raya Idulfitri sebaiknya dicukupi sebelum sepertiga akhir Ramadhan. Dengan begitu, ia bisa memberikan fokus akhir bulan puasa tersebut dengan melakukan i’tikaf dan memperbanyak ibadah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *