Batam | Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam H Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan air bersih di sejumlah lokasi.
Wali kota Batam ini mengaku sudah memanggil PT Moya Indonesia atau Air Batam Hilir (ABH), dan mewanti-wanti agar tak lagi ada masalah air, terutama di bulan Ramadan yang akan datang sebentar lagi.
Bersama Wakil Kepala BP Batam atau Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, dan Jajaran Deputi BP Batam, Amsakar melakukan rapat intensif dengan PT Moya atau ABH untuk mengevaluasi sekaligus mencari solusi konkret atas permasalahan air bersih di Kota Batam.
“Sore kemarin kami memanggil PT Moya. Saya tak mau tahu, saya bilang bulan puasa ini, jangan sampai pelayanan air bersih ke masyarakat terganggu,” kata pria yang biasa dipanggil “Pak Am” ini saat menghadiri silaturahmi pensiunan Pemko Batam, Sabtu (31/1) kemarin.
Pak Am menegaskan agar seluruh pihak terkait bekerja lebih ekstra dan maksimal.
“Target kami jelas: Aliran air harus hidup setiap hari. Komitmen kami tetap satu, yakni memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat Batam terpenuhi dengan baik dan merata,” ujarnya.
PT Moya Indonesia merupakan mitra strategis dari BP Batam yang memenangkan tender pengelolaan air di Batam dalam sebuah konsorsium bersama PT Pembangunan Perumahan (PTPP).
Moya berperan sebagai penyedia layanan pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air secara luas di Indonesia.
PT Moya Indonesia merupakan bagian dari manajemen pusat dan pemilik modal (entitas di balik operasional).
Sementara PT Air Batam Hilir adalah unit pelaksana teknis di lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Perusahan ini dibentuk oleh konsorsium untuk menangani sisi operasional hilir, yaitu distribusi air bersih langsung ke pelanggan di Batam.
Selain Air Batam Hilir, terdapat juga PT Air Batam Hulu yang fokus pada pengelolaan sumber air baku di waduk.
Air Batam Hilir menggantikan Adhya Tirta Batam (ATB) yang masa konsesi mengelola air di Batam selama 25 tahun yang berakhir pada 14 November 2020. BP Batam ketika itu mengambil alih pengelolaan air bersih, kemudian dilanjutkan oleh mitra baru. (ridwan)








































