Belakang Padang | Wali Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Amsakar Achmad menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pulau-pulau kecil, terutama Kecamatan Belakangpadang, pada momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bagaimana pembangunan di kepulauan, itu menjadi salah satu substansi yang menjadi perhatian. Kemarin saya ke Belakangpadang, ada rencana untuk pembangunan infrastruktur,” kata Amsakar, usai prosesi upacara peringatan HUT ke 80 RI di lapangan Alun – alun Engku Putri, Batam Centre, Minggu (17/8/2025)
Ia menyebutkan, salah satu fokusnya adalah pengadaan kelistrikan di pulau-pulau kecil yang berada di Kecamatan Belakang Padang.
“Dari pihak PLN juga menyampaikan bahwa di 2027 akan ada sekitar 37 pulau kecil di Belakang Padang yang terkoneksi listrik,” ujarnya.
Menurut Amsakar, upaya tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menghadirkan keadilan pembangunan bagi seluruh warga, khususnya mereka yang tinggal di pulau-pulau penyangga.
“Pemerataan ini penting agar masyarakat di pulau kecil juga merasakan manfaat pembangunan,” tegasnya.
Selain pembangunan, Belakang Padang juga menjadi sorotan dalam semangat perayaan HUT ke-80 RI. Amsakar mengaku terharu melihat antusiasme warga Belakang Padang yang begitu luar biasa dalam merayakan kemerdekaan.
“Upacara HUT RI berjalan dengan sangat baik, penuh khidmat. Saya sendiri merasa terharu karena begitu luar biasa semangat masyarakat, termasuk di Belakangpadang,” kata Amsakar.
Suasana perayaan kemerdekaan di Belakang Padang semakin semarak dengan berbagai kegiatan khas. Lomba Sampan Layar dan Speedboat Race menjadi agenda rutin yang selalu menarik perhatian.
“Acara ini mampu menggerakkan potensi masyarakat di tingkat kelurahan, dan di level kecamatan dapat memobilisasi seluruh tokoh yang ada. Jika kolaborasi ini terus terbangun, insya Allah semua akan berjalan lancar,” ucap Amsakar.
Tak hanya itu, pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal juga turut memeriahkan suasana. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dan menjadi pengikat kebersamaan, khususnya bagi warga di pulau-pulau kecil Batam, dengan Belakang Padang sebagai wajah utamanya.





