Batam | Suasana mencekam melanda Ruli Baloi Blok II, RT 005/RW 001, Lubuk Baja, Kamis (24/7) sore, saat kobaran api melahap empat unit rumah semi permanen. Meski tak ada korban jiwa, para warga hanya bisa pasrah melihat rumah mereka rata dengan tanah.
Kebakaran hebat ini pertama kali diketahui oleh ibu dari Iqhsan, salah satu penghuni yang rumahnya ikut terbakar.
“Ibu saya lihat api dari rumah sebelah, lalu teriak. Tapi api langsung membesar,” tutur Iqhsan dengan nada getir di lokasi kejadian.
Karena bangunan rumah masih semi permanen, api dengan cepat merambat dan membesar. Warga yang panik tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
“Semuanya habis, tak ada yang bisa diselamatkan,” ucap Iqhsan lirih.
Ia menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Saat api mulai menyala, penghuni rumah tetangganya masih berada di dalam dan langsung panik melihat kobaran api.
Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi mengerahkan 10 unit mobil damkar dari berbagai pos, termasuk Duriangkang dan Seipanas. Proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga 3 jam.
“Ini proses pendinginan, supaya tidak ada api yang tersisa. Kami pastikan benar-benar padam,” jelas Rizal, salah satu petugas Damkar.
Kapolsek Lubuk Baja melalui Kanit Reskrim Iptu Noval Adimas Ardianto membenarkan insiden ini dan menyebutkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
“Masih dalam proses lidik. Barusan api benar-benar padam,” ujarnya singkat.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Aparat dan petugas damkar terus bersiaga di lokasi untuk mencegah api menjalar ke pemukiman lainnya. Belum ada rincian resmi mengenai korban jiwa maupun total kerugian, namun duka mendalam jelas dirasakan warga yang kehilangan tempat tinggalnya dalam hitungan jam.





