Tanjungpinang | Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, menjadi salah satu destinasi yang diperkenalkan kepada peserta ASITA Kepri Travel Mart (AKTM) VII 2026. Kunjungan pada Selasa, 21 Oktober 2026, tersebut bertujuan memperkenalkan potensi wisata sejarah dan budaya Melayu untuk dikembangkan menjadi paket perjalanan wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah. Selain itu, juga budaya Pulau Penyengat kepada pelaku industri perjalanan wisata.
“Kami berharap melalui kunjungan ini, Pulau Penyengat semakin dikenal dan dapat masuk dalam paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Muhammad Nazri, Kamis, 22 Oktober 2026.
Nazri berharap promosi tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik Pulau Penyengat. Namun, juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui peningkatan aktivitas pariwisata.
Ketua DPD ASITA Kepri, Betty Siahaan, mengatakan ASITA Kepri Travel Mart VII 2026 mengusung tema “Bringing Malay Heritage of the Riau Islands to the World”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempromosikan potensi pariwisata Kepulauan Riau melalui sejumlah destinasi unggulan, meliputi Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Bintan, dan Batam.
“Potensi ini perlu dikemas menjadi produk wisata yang menarik dan memiliki nilai jual bagi industri perjalanan,” ujar Betty Siahaan.
Menurutnya, warisan sejarah dan budaya Melayu yang dimiliki Pulau Penyengat menjadi keunggulan yang dapat dikembangkan untuk menarik minat wisatawan. Potensi tersebut dinilai perlu dikemas secara menarik agar memiliki nilai tambah dalam industri perjalanan wisata.
“Pulau Penyengat memiliki kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang menjadi daya tarik tersendiri.,” tutupnya.





