Gegara Saluran Induk Drainase Kena Timbun, Warga Perumahan di Batam Berdampak Banjir

Batam | Dampak penimbunan parit di kawasan Permata Baloi yang diapit oleh dua perumahan mengakibatkan banjir.

Parit saluran induk yang semula luas, kini menyempit hingga menyebabkan banjir di Batam.

Bacaan Lainnya

Imbasnya, perumahan Kezia terdampak banjir. Apalagi, dua hari terakhir cuaca ekstrim melanda Batam.

Hal itu dikeluhkan sejumlah warga perumahan dan berharap pemerintah dapat turun tangan.

Ketua RT 05 Perumahan Kezia Baloi Indah, Ade mengatakan warga merasa janggal dengan proyek ini.

Pasalnya, penimbunan tersebut menggunakan alat berat milik Dinas Bina Marga Kota Batam.

“Alasannya normalisasi, tapi faktanya sungai malah ditimbun. Kami cemas karena aliran air jadi menyempit, dan ini berpotensi menimbulkan banjir,” ujar ketua RT, Ade di lokasi, Sabtu (22/3/2025).

Selama belasan tahun saya tinggal di sini, Ade mengaku tak pernah ada banjir. Namun setelah ada penimbunan sungai, perumahan jadi terkena banjir.

Pantauan di lokasi, saluran parit yang semula luas kini menyempit. Terihat satu unit alat berat Beko milik Dinas Bina Marga melakukan pengerjaan di lokasi.

Warga menduga bahwa penimbunan ini terkait dengan inisiatif Anggota Komisi I DPRD Kepri, Li Khai.

Namun tuduhan itu dibantah anggota Komisi I DPRD Kepri, Li Khai.

Menurutnya, proyek yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga ini bertujuan untuk membangun jalan inspeksi yang akan mempermudah normalisasi sungai di kawasan tersebut.

“Jadi begini, di kiri dan kanan saluran induk harus ada jalan inspeksi untuk normalisasi sungai. Apa yang dibuat di belakang perumahan saya itu jalan inspeksi sekitar 15 meter lebarnya. Saya sudah koordinasi dengan CKTR dan Dinas Bina Marga, dan mereka menyetujui rencana ini,” tegas Li Khai.

Ia menegaskan, pembangunan jalan inspeksi ini bukan untuk kepentingan pribadi atau proyek perumahan.

“Permasalahannya, di belakang Perumahan Kezia, bangunan mereka sudah melebihi batas lahan, jadi tidak bisa dibangun jalan inspeksi di sana. Namun, begitu kami membangun jalan inspeksi di sisi lain, justru malah jadi sorotan. Tidak mungkin ini untuk proyek perumahan, karena lahannya hanya tersisa sekitar 5 meter,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *