Geger Penemuan Jasad Bayi di Pantai Sekilak Nongsa, Sempat Dikira Boneka Hanyut

Batam | Warga kawasan Nongsa digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi laki-laki di pesisir Pantai Sekilak, Rabu (20/5) sore. Kondisi jasad yang sudah mulai membusuk membuat warga sempat mengira benda tersebut hanyalah boneka yang hanyut terbawa arus laut.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, sejumlah anak-anak yang sedang bermain dan berenang di sekitar pantai melihat benda menyerupai bayi mengapung di tepi pantai.

Kapolsek Nongsa, Eriman, mengatakan temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga dan Ketua RW setempat.

“Awalnya ditemukan anak-anak yang sedang mandi dan bermain di pantai. Mereka melihat seperti bayi, lalu dilaporkan ke warga dan Ketua RW setempat,” ujar Eriman, Kamis (21/5).

Ketua RW setempat, Efendi, kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan temuan tersebut. Setelah diperiksa lebih dekat, benda yang semula dikira boneka itu ternyata benar merupakan jasad bayi.

Menurut Eriman, kondisi jasad saat ditemukan sudah membusuk dan dikerubungi lalat. Hal itu pula yang membuat warga mulai curiga.

“Awalnya memang dikira boneka. Namun karena sudah ada lalat-lalat di situ dan dicek ternyata bayi,” katanya.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Nongsa bersama tim Inafis langsung turun ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jasad bayi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna menjalani visum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diduga baru lahir. Dugaan itu diperkuat dengan kondisi tali pusar yang masih menempel pada tubuh bayi.

“Jenis kelaminnya laki-laki. Dari kondisi fisiknya, bayi itu sudah lengkap dan layak lahir. Tali pusarnya juga masih menempel. Diduga sudah meninggal 2-3 hari,” jelas Eriman.

Polisi menduga jasad bayi itu bukan dibuang langsung di lokasi penemuan, melainkan terbawa arus laut hingga akhirnya terdampar di kawasan Pantai Sekilak yang kini sudah ditutup untuk umum.

“Kondisinya seperti terbawa hanyut. Jadi kami menduga lokasi penemuan bukan tempat awal dibuang,” tambahnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian bayi tersebut, termasuk apakah korban dibuang dalam kondisi masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Sementara itu, Polsek Nongsa terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar serta menelusuri kemungkinan lokasi awal jasad bayi tersebut dibuang.

Pewarta : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *