posmetrobatam.co.id | Harga emas batangan di Pegadaian mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Selasa (7/4) pagi. Berdasarkan pantauan di laman Sahabat Pegadaian, harga tiga jenama utama yakni Antam, UBS, dan Galeri24 kompak melandai dibandingkan harga pada Senin pagi.
Penurunan terdalam dialami oleh emas Antam yang kini dibanderol Rp2.945.000 per gram, turun Rp27.000 dari harga sebelumnya Rp2.972.000.
Berikut rincian harga emas per gram di Pegadaian hari ini:
- Emas Antam: Rp2.945.000 (Turun Rp27.000)
- Emas UBS: Rp2.874.000 (Turun Rp11.000)
- Emas Galeri24: Rp2.860.000 (Turun Rp10.000)
Pegadaian menyediakan berbagai ukuran pecahan, yaitu
- Galeri24: Tersedia mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg).
- Emas UBS: Tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram.
- Emas Antam: Tersedia mulai 0,5 gram hingga 100 gram di kanal digital Sahabat Pegadaian.
Harga emas di Pegadaian bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global.
Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.
Galeri24
0,5 gram: Rp1.500.000
1 gram: Rp2.860.000.
2 gram: Rp5.650.000
5 gram: Rp14.022.000
10 gram: Rp27.970.000
25 gram: Rp69.549.000
50 gram: Rp138.986.000
100 gram: Rp277.836.000
250 gram: Rp692.883.000
500 gram: Rp1.385.766.000
1.000 gram: Rp2.771.531.000
Antam
0,5 gram: Rp1.525.000
1 gram: Rp2.945.000
2 gram: Rp5.827.000
3 gram: Rp8.714.000
5 gram: Rp14.488.000
10 gram: Rp28.918.000
25 gram: Rp72.163.000
50 gram: Rp144.243.000
100 gram: Rp288.405.000
UBS
0,5 gram: Rp1.553.000
1 gram: Rp2.874.000
2 gram: Rp5.703.000
5 gram: Rp14.090.000
10 gram: Rp28.033.000
25 gram: Rp69.944.000
50 gram: Rp139.600.000
100 gram: Rp279.091.000
250 gram: Rp697.521.000
500 gram: Rp1.393.404.000
Sementara itu, ejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik optimistis instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas dapat diluncurkan pada kuartal II 2026, seiring dengan produknya saat ini yang sudah dalam proses penyiapan oleh para manajer investasi (MI).
“Harusnya kuartal kedua ini, kami juga menunggu dari teman-teman manajer investasi yang sekarang sedang berproses untuk meng-create produknya. Harusnya sih kita optimis kuartal kedua ini (ETF Emas) bisa terbit,” ujar Jeffrey ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan pihaknya tengah merampungkan persiapan peluncuran instrumen investasi ETF Emas.
Hasan menjelaskan, inovasi instrumen investasi ini merupakan bagian dari upaya pendalaman pasar modal Indonesia, sekaligus memperluas alternatif investasi bagi investor khususnya domestik.
Pewarta : Elisya


