Hemat Rp 20 Triliun : Program MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Daerah 3T Tetap Dilayani 6 Hari

Murid SD Negeri 004 Belakang Padang, Kota Batam saat menikmati makanan bergizi gratis beberapa waktu lalu

Jakarta | Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan skema penyaluran lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus mendorong efisiensi belanja negara, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, , menegaskan bahwa optimalisasi ini difokuskan pada penyediaan makanan segar bagi anak-anak sekolah selama hari aktif belajar.

“Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG yang diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3).

Meski demikian, kebijakan ini tidak diberlakukan secara kaku di seluruh wilayah. Pemerintah tetap memberikan fleksibilitas, khususnya bagi daerah dengan kebutuhan khusus seperti wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan tingkat stunting yang masih tinggi.

“Pengecualian diberikan untuk wilayah seperti asrama, daerah 3T, serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi,” jelasnya.

Dari penyesuaian skema ini, pemerintah memperkirakan potensi penghematan anggaran yang cukup besar, mencapai Rp20 triliun. Dana tersebut nantinya dapat dialokasikan untuk memperkuat berbagai program prioritas lainnya.

Menurut Airlangga, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong transformasi struktural ekonomi nasional agar lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan.

“Potensi penghematan dari kebijakan ini mencapai Rp20 triliun, dan menjadi bagian dari transformasi menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, serta tangguh,” tegasnya.

Sebelumnya, penguatan Program MBG telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Tingkat Atas (Rakortas) virtual bersama Presiden pada 28 Maret 2026. Dalam kebijakan tersebut, siswa di wilayah dengan sistem sekolah lima hari akan menerima manfaat MBG sesuai hari belajar, yakni Senin hingga Jumat.

Namun, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus bagi daerah 3T dan wilayah dengan risiko stunting tinggi. Di daerah tersebut, penyaluran MBG tetap dilakukan hingga hari Sabtu guna memastikan kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi secara optimal.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kebijakan tambahan ini penting untuk menjaga keberlanjutan asupan gizi anak, terutama di wilayah rentan.

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan efisien ini, pemerintah berharap Program MBG tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan generasi muda Indonesia.

 

Pewarta : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *