Batam | Komitmen mengawal pembangunan wilayah hinterland terus ditunjukkan jajaran Polsek Belakang Padang. Hal tersebut terlihat dari kehadiran Wakapolsek Belakang Padang, Ipda Denny Aryanto, dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Belakang Padang Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2027.

Kegiatan strategis tersebut berlangsung di Gedung Nasional Kecamatan Belakang Padang, Rabu (28/01/2026) pagi, dengan pengamanan ketat dari personel Polsek Belakang Padang guna memastikan jalannya musyawarah berlangsung aman dan kondusif.

Musrenbang ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdako Batam, Ir. Suhar, S.T., M.PWK., jajaran kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Batam, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan warga dari seluruh kelurahan di Kecamatan Belakang Padang.
Dalam sambutannya, Asisten II Setdako Batam menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pembangunan. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan yang masuk akan disinkronkan dengan 15 Program Prioritas Wali Kota Batam, di antaranya optimalisasi layanan air bersih, program seragam sekolah gratis, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah hinterland.
Sementara itu, Kapolsek Belakang Padang AKP Asril melalui laporannya menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam Musrenbang bukan hanya sebatas pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan pemerintah.
“Polri hadir tidak hanya untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama proses musyawarah, tetapi juga mendukung penuh program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegas AKP Asril.
Dalam forum Musrenbang tersebut, peserta menyepakati 20 usulan prioritas Non PSPK, yang mayoritas berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Beberapa usulan utama meliputi pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) di Kelurahan Pemping dan Pecong, pemasangan batu miring di daerah rawan longsor, serta renovasi ruang kelas sekolah di pulau-pulau penyangga.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini berakhir pada pukul 11.15 WIB dan berlangsung dalam suasana aman, tertib, serta lancar.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat semakin solid demi mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga di Kecamatan Belakang Padang. (m. yusuf suhaili)





