posmetrobatam.co.id | Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, tanpa terasa Ramadan telah memasuki hari ke-19. Ini berarti kita berada di penghujung sepuluh hari kedua Ramadan, yang dikenal sebagai fase maghfirah, yaitu fase ampunan dari Allah SWT. Setelah melewati sepuluh hari pertama yang penuh dengan rahmat, kini kita berada pada masa di mana Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah madrasah ruhani, tempat kita membersihkan hati, memperbaiki amal, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan. Bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi menahan diri dari segala sesuatu yang dapat mengurangi nilai ibadah kita.
Ketika seseorang berpuasa dengan penuh keimanan, maka puasa itu akan membersihkan dosa-dosa yang pernah dilakukan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memberikan harapan besar bagi kita semua. Betapapun banyak dosa yang pernah kita lakukan, selama kita benar-benar bertaubat dan menjalani Ramadan dengan penuh keimanan, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa tersebut.
Memasuki hari ke-19 Ramadan, kita juga diingatkan bahwa sebentar lagi kita akan memasuki sepuluh malam terakhir, malam-malam yang sangat istimewa. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam ibadah pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada ibadah selama 83 tahun. Betapa luar biasa karunia Allah bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Karena itu Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita agar memperbanyak ibadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
Artinya:
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW meningkatkan kualitas ibadahnya di akhir Ramadan. Beliau memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
Hari ke-19 ini seharusnya menjadi momen evaluasi diri. Kita perlu bertanya kepada diri kita masing-masing:
- Sudahkah Ramadhan ini membuat kita lebih rajin shalat?
- Sudahkah kita memperbanyak membaca Al-Qur’an?
- Sudahkah kita menahan lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan yang sia-sia?
Jika masih banyak kekurangan, maka masih ada kesempatan untuk memperbaikinya di hari-hari terakhir Ramadan.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa orang yang merugi adalah orang yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
Artinya:
“Sungguh merugi seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, namun Ramadhan itu berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi peringatan bagi kita semua agar tidak menyia-nyiakan Ramadan. Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan haus tanpa mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah SWT.
Oleh karena itu, pada hari ke-19 Ramadan ini mari kita memperbanyak amal kebaikan: memperbanyak sedekah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Karena sesungguhnya Ramadan adalah kesempatan emas yang mungkin tidak akan kita temui lagi di tahun berikutnya.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar.
Amin ya Rabbal ‘alamin.





