Belakang Padang | Sebuah insiden nyaris merenggut keselamatan Lurah Pulau Terong, Nur Hasanah, saat hendak pergi kerja menyeberang ke Pulau Terong bersama staf Dinas Perikanan, Senin pagi (28/07/2025). Boat fiber yang seharusnya menjemput dirinya di Pelabuhan 88 Belakang Padang, diketahui terbalik di Perairan Sekilak akibat kipas mesin baling baling tersangkut sabut kelapa.
Lurah Nur Hasanah mengaku sempat menunggu cukup lama sebelum akhirnya mendapat kabar bahwa boat yang ditumpangi sang tekong bernama Awang mengalami insiden dan terbalik di tengah laut.
“Saat saya tahu boat yang hendak menjemput saya terbalik, jujur kaki saya lemas. Tapi saya bersyukur tekong selamat, dan saya langsung koordinasi dengan BPBD Kota Batam agar kegiatan kami tetap berjalan,” ujar Nur Hasanah penuh haru kepada posmetrobatam.co.id
Beruntung, insiden tersebut cepat diketahui oleh Jasmani, seorang warga Pulau Lengkang yang sedang melintasi perairan sekilak mau menuju Belakang Padang. Saat melintas di Perairan Sekilak, Jasmani melihat boat dalam posisi terbalik dan tekong berusaha menyelamatkan diri di atas lunas boat.
“Saya langsung dekati dan bantu. Boat saya ikat dan tarik menuju Belakang Padang. Alhamdulillah tekong selamat dalam keadaan baik,” kata Jasmani saat dikonfirmasi awak media. Ia menduga kuat penyebab terbaliknya boat karena kipas baling-baling tersangkut sabut kelapa yang terbawa arus.
Meskipun nyaris menjadi korban kecelakaan laut, Nur Hasanah memilih tetap melanjutkan tugas. Ia bergabung bersama rombongan BPBD dan Baznas Kota Batam untuk menyalurkan bantuan kepada tiga rumah warga Pulau Terong yang terdampak musibah beberapa waktu lalu.
“Ini amanah, dan saya percaya Allah masih lindungi kami. Yang penting keselamatan dulu, selebihnya mari kita tetap jalankan tugas untuk masyarakat,” tutur Nur Hasanah dengan penuh ketegaran.





