Batam | Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIV tingkat Kota Batam resmi ditutup dalam suasana meriah di Dataran Engku Putri, Kamis (16/4/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati lokasi acara, menandai tingginya antusiasme warga terhadap syiar Islam di kota ini.
Dalam ajang tersebut, Kecamatan Sagulung berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan nilai 421. Posisi kedua ditempati Sungai Beduk dengan 418 poin, disusul Batam Kota di peringkat ketiga dengan 379 poin.
Adapun peringkat selanjutnya yakni Nongsa (317), Bengkong (214), Sekupang (188), dan Batu Aji (187). Sementara itu, Lubuk Baja (135), Galang (88), Batu Ampar (82), dan Belakang Padang (48) berada di posisi berikutnya. Kecamatan Bulang menempati posisi terakhir dengan nilai 12.

Meski belum masuk jajaran teratas, Kecamatan Belakang Padang tetap menunjukkan capaian positif melalui sejumlah prestasi yang diraih para kafilahnya di berbagai cabang lomba. Di antaranya, Aisyah Nilam Setiawan berhasil meraih juara 4 cabang Tartil Puteri, serta Zakiyah Zain yang juga menempati juara 4 pada cabang 1 juz puteri.
Prestasi membanggakan lainnya datang dari Ahmad Fajri Hadir yang meraih juara 3 cabang 5 juz putera, serta M. Taufiq yang meraih juara 3 cabang 10 juz putera. Pada cabang Mujawwad dewasa, Raden Fajar Ramadan berhasil meraih juara 4.
Sementara itu, Sultan Usaid Harahap turut menyumbangkan prestasi dengan meraih juara 3 pada cabang 500 hadits putera. Di cabang Syarhil Qur’an puteri, perwakilan MTsN 2 juga berhasil meraih juara 3.
Tidak hanya pada cabang individu, Belakang Padang juga mencatat prestasi di bidang pendukung. Astaka MTQ Kelurahan Tanjung Sari berhasil meraih juara 1, sementara Astaka MTQ Kecamatan Belakang Padang meraih juara 3.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir bersama Ketua PKK Kota Batam Hj. Erlita Sari, menyampaikan rasa bangga atas suksesnya penyelenggaraan MTQH tahun ini.
“Pada kesempatan yang membanggakan ini, saya dan Ibu Li Claudia Chandra merasa sangat senang dan bahagia. MTQH ke-34 ini dipersiapkan dengan baik dan malam ini Dataran Engku Putri benar-benar dipenuhi masyarakat Batam,” ujarnya.
Menurut Amsakar, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari DPRD Kota Batam, Forkopimda, LPTQ, hingga seluruh panitia pelaksana. Ia menegaskan bahwa MTQH bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.
“Semoga kehadiran kita malam ini tidak hanya memberi semangat dalam syiar keagamaan, tetapi juga menjadi pertanda bahwa Batam adalah negeri yang diberkahi dan dirahmati,” katanya.
Ia juga mengapresiasi profesionalitas dewan hakim yang dinilai bekerja objektif dan tanpa intervensi. Bahkan, dirinya mengaku tidak mengetahui hasil penilaian hingga menjelang pengumuman.
“Ini menunjukkan penilaian dilakukan secara jujur dan profesional. Kita berharap yang terpilih benar-benar kafilah terbaik yang nantinya bisa mewakili Batam di tingkat provinsi hingga nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan ke depan.
“MTQH ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda. Kami di Belakang Padang akan terus mendorong pembinaan agar ke depan bisa tampil lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa berbagai capaian yang diraih tahun ini menjadi bekal penting untuk melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pembinaan di masa mendatang.
Penyelenggaraan MTQH XXXIV ini diharapkan tidak hanya melahirkan kafilah berprestasi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan serta mempererat kebersamaan masyarakat Batam dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





