MV Golden Star 1 Tenggelam di Perairan Batam, Ratusan Kontainer Hanyut di Jalur Internasionala

Dok. KSOP Khusus Batam.

Batam | Ratusan kontainer hanyut di jalur pelayaran internasional Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Singapura setelah kapal kargo MV Golden Star 1 tenggelam di perairan Batam, Jumat (5/6) malam. Insiden ini memicu kewaspadaan otoritas maritim karena kontainer yang terbawa arus berpotensi membahayakan lalu lintas kapal di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Kapal berbendera Tanzania itu berlayar dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia, dengan membawa 107 kontainer. Namun, kapal mengalami kebocoran serius di bagian haluan (forepeak) hingga akhirnya tenggelam di kawasan VTIS East, jalur TSS Selat Malaka-Selat Singapura.

Kepala Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) KSOP Khusus Batam, Yusirwan Nasution, mengatakan berdasarkan informasi dari Singapore Vessel Traffic Service (VTS), kebocoran yang terjadi cukup signifikan sehingga kapal tenggelam hanya dalam waktu sekitar 15 menit.

“Haluan mengalami kebocoran dan posisi kapal sudah miring sekitar 10 derajat. Kapal sempat mendongak ke atas dan bagian buritan sudah tidak terlihat. Kurang lebih dalam waktu 15 menit kapal langsung tenggelam,” ujar Yusirwan.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Seluruh kontainer yang berada di atas kapal ikut tercebur ke laut dan berserakan di perairan sekitar lokasi kejadian.

“Informasi sementara, seluruh kontainer berserakan di laut,” katanya.

Menurut Yusirwan, keberadaan kontainer yang hanyut menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu keselamatan navigasi kapal-kapal yang melintas di jalur internasional tersebut. Otoritas pelayaran Singapura juga telah berkoordinasi dengan pihak Indonesia untuk memantau pergerakan kontainer dan mengantisipasi risiko kecelakaan pelayaran.

Sementara itu, Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan pihaknya menerima laporan kondisi darurat kapal sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung mengerahkan unsur patroli laut menggunakan Kapal Negara KN P-376 menuju lokasi kejadian.

Seluruh awak kapal yang berjumlah sembilan orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Unsur patroli laut KSOP Khusus Batam dengan Kapal Negara KN P-376 segera bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi penyelamatan terhadap awak kapal,” kata Takwim.

Setelah dievakuasi, para awak kapal dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batuampar, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam. Selanjutnya mereka diserahkan kepada Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polresta Barelang guna menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau.

Selain operasi penyelamatan, KSOP Batam bersama instansi terkait juga melakukan pemantauan kondisi perairan, pengumpulan data awal untuk kebutuhan investigasi, serta koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akibat tenggelamnya kapal beserta muatannya.

VTS Batam terus menyiarkan peringatan navigasi melalui VHF Channel 16 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi. Otoritas maritim juga mengantisipasi potensi pencemaran laut yang mungkin timbul akibat tenggelamnya kapal tersebut.

“Terkait pencemaran yang terjadi, nanti akan dilakukan penanganan lebih lanjut bersama pihak terkait,” ujar Yusirwan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebocoran yang mengakibatkan MV Golden Star 1 tenggelam masih dalam proses penyelidikan. Otoritas pelayaran dan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di perairan Batam dan sekitarnya.

 

 

Pewarta: Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *