Belakang Padang | Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti keluarga besar almarhum Serma Marinir Cipto, sang istri, Nurhasanah, menyampaikan ungkapan terima kasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, doa, tenaga, maupun bantuan sejak almarhum menjalani masa perawatan hingga akhirnya berpulang ke rahmatullah dan dimakamkan.

Dengan penuh rasa haru, Nurhasanah mengaku tidak mampu membalas segala bentuk kepedulian yang telah diberikan oleh begitu banyak orang. Baginya, dukungan moril maupun materiil yang mengalir tanpa henti menjadi kekuatan besar bagi keluarga dalam menghadapi cobaan yang berat tersebut.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Belakang Padang, khususnya warga Kelurahan Sekanak Raya, yang telah memberikan doa, semangat, perhatian, serta berbagai bentuk bantuan kepada keluarga kami. Kepedulian yang diberikan menjadi penguat bagi kami dalam menghadapi ujian ini,” ujar Nurhasanah, Jum’at (17/7) malam.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Uspika) Belakang Padang beserta seluruh jajaran yang sejak awal turut hadir memberikan dukungan, membantu berbagai kebutuhan keluarga, hingga mengiringi proses pemakaman almarhum.
Selain itu, Nurhasanah turut menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), keluarga besar Korps Marinir, jajaran Batalyon Marinir tempat almarhum bertugas, rekan-rekan prajurit TNI AL, para sahabat, kerabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan rasa empati.
Menurutnya, perhatian yang diberikan tidak hanya dirasakan ketika almarhum meninggal dunia, tetapi telah mengalir sejak almarhum menjalani masa sakit. Banyak pihak yang datang menjenguk, memberikan doa, membantu proses pengobatan, hingga mendampingi keluarga selama masa-masa sulit tersebut.
“Begitu banyak orang yang membantu kami. Ada yang datang memberikan semangat, mendoakan kesembuhan almarhum, membantu selama proses perawatan, hingga mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Kami benar-benar merasa tidak sendiri. Semoga seluruh kebaikan Bapak, Ibu, Saudara, dan Sahabat sekalian dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” tuturnya.
Nurhasanah mengakui masih banyak nama yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Namun, ia memastikan bahwa setiap doa, bantuan, dan perhatian yang diberikan akan selalu dikenang oleh keluarga.
“Kami mohon maaf karena tidak bisa menyebutkan satu per satu nama yang telah membantu. Namun percayalah, setiap bentuk kebaikan yang diberikan akan selalu kami ingat dan menjadi kenangan yang tidak akan pernah kami lupakan.”
Pada kesempatan tersebut, Nurhasanah juga menyampaikan permohonan maaf mewakili keluarga besar almarhum Serma Marinir Cipto. Ia memohon agar segala kesalahan, kekhilafan, maupun ucapan almarhum semasa hidup dapat dimaafkan dengan lapang dada.
“Sebagai istri dan mewakili seluruh keluarga besar almarhum, kami memohon maaf apabila semasa hidup almarhum pernah memiliki kesalahan, kekhilafan, atau perkataan yang mungkin tanpa sengaja menyakiti hati Bapak, Ibu, Saudara, maupun rekan-rekan sekalian. Kami memohon dengan segala kerendahan hati agar semua kesalahan beliau dapat dimaafkan,” ungkapnya.
“Terima kasih atas semua doa, bantuan, dan kasih sayang yang telah diberikan kepada keluarga kami. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan Bapak, Ibu, Saudara, dan Sahabat sekalian dengan kesehatan, keberkahan, serta rezeki yang berlimpah. Kami tidak akan pernah melupakan semua kebaikan yang telah diberikan kepada almarhum maupun keluarga kami.” tutupnya.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili Editor : Zaki





