Peduli Nasib PMI, Udin Pelor Instruksikan Satgas Bhakti Tuah Madani Tanjung Pinang Turun Tangan Dampingi Keluarga PMI Bermasalah di Kamboja

Ketua Umum Satgas PMI Bhakti Tuah Madani, Arba Udin alias Udin Pelor

Tanjung Pinang | Kepedulian terhadap nasib pekerja migran Indonesia (PMI) kembali ditunjukkan Ketua Umum Satgas PMI Bhakti Tuah Madani, Arba Udin atau yang dikenal dengan sapaan “Udin Pelor”. Pada Senin (18/5/2026), ia menginstruksikan jajaran Satgas PMI Bhakti Tuah Madani Tanjungpinang untuk turun langsung mendampingi keluarga seorang PMI yang diduga mengalami permasalahan saat bekerja di Kamboja.

Ketua Harian Satgas PMI Bakthi Tua Madani Tanjungpinang, Rizki Pernanda saat mendampingi keluarga korban di kantor BP3MI Kepri, Tanjung Pinang, Senin (18/5).

Pendampingan tersebut dipimpin Ketua Harian Satgas PMI Bhakti Tuah Madani Tanjungpinang, Rizki Pernanda, dengan membawa istri korban mendatangi kantor BP3MI guna meminta perlindungan dan tindak lanjut dari pemerintah terkait kondisi suaminya di luar negeri.

Kedatangan keluarga bersama tim Satgas bertujuan untuk memperoleh pendampingan, bantuan komunikasi, hingga upaya pemulangan apabila nantinya dibutuhkan. Langkah cepat itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi situasi sulit di negeri orang.

Udin Pelor menegaskan, Satgas PMI Bhakti Tuah Madani hadir untuk membantu masyarakat kecil, khususnya para pekerja migran yang membutuhkan perlindungan hukum maupun kemanusiaan.

“Jangan sampai warga kita terlantar di negeri orang tanpa pendampingan. Kami hadir untuk membantu masyarakat dan memastikan negara hadir untuk rakyatnya,” tegas Udin Pelor.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi dan prosedural. Menurutnya, banyak persoalan yang menimpa pekerja migran berawal dari perekrutan ilegal dengan iming-iming gaji besar, namun berujung pada penderitaan.

Langkah yang dilakukan Satgas PMI Bhakti Tuah Madani tersebut mendapat apresiasi dari pihak keluarga korban. Mereka merasa terbantu dan kembali memiliki harapan di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

Pendampingan ini sekaligus menjadi bukti bahwa solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga, terutama bagi pekerja migran Indonesia yang menghadapi persoalan di luar negeri.

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *