Peringatan Hari Koperasi ke-78 : Amsakar Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Koperasi, Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Desa

Batam | Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, menegaskan kembali pentingnya peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat. Hal itu ia sampaikan saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 tingkat Kota Batam yang digelar di Dataran Engku Putri, Senin (13/7).

Dalam amanatnya, Amsakar membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang memuat pesan kuat tentang koperasi sebagai fondasi keadilan dan kemandirian ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Peringatan ini bukan hanya seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat kembali semangat gotong royong—roh dari koperasi dan bangsa kita,” kata Amsakar.

Ia menekankan bahwa koperasi adalah wujud nyata demokrasi ekonomi, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang setara tanpa memandang besarnya modal. Prinsip one man, one vote menjadi simbol keadilan sosial yang harus terus dijaga.

Menurutnya, koperasi selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

“Koperasi bukan cerita masa lalu. Ia adalah jalan masa depan untuk menciptakan Indonesia yang adil dan makmur,” tegasnya.

Amsakar juga mengaitkan peran koperasi dengan visi besar Indonesia Emas 2045, dan menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika rakyat kecil tertinggal.

“Kita butuh koperasi yang bukan hanya tumbuh dalam angka, tapi benar-benar hidup di tengah masyarakat. Harus inklusif, merata, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Amsakar menyoroti program strategis nasional yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang didorong melalui Inpres dan Keppres Nomor 9 Tahun 2025. Program ini melibatkan 18 kementerian/lembaga dan seluruh pemerintah daerah, bertujuan menjadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.

Hingga pertengahan 2025, lebih dari 80.000 koperasi Merah Putih telah terbentuk melalui musyawarah desa dan kelurahan. Fungsinya tidak terbatas pada simpan pinjam, tetapi juga menyediakan Gerai Sembako, Klinik Desa, Apotek, Gudang Logistik, hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan.

Amsakar menambahkan, koperasi-koperasi ini telah menunjukkan dampak konkret, bahkan menjalin kemitraan dengan petani, BUMDes, swasta, hingga akademisi.

“Inilah pendekatan pentahelix. Semua pihak bersatu demi kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Ia mencontohkan bagaimana koperasi membantu petani mengakses pasar secara langsung, memangkas ketergantungan terhadap tengkulak, dan meningkatkan pendapatan petani.

Sebagai penutup, Amsakar mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu terlibat dalam gerakan koperasi.

“Koperasi masa kini harus lebih lincah, transparan, dan adaptif. Jadikan koperasi sebagai pilihan rasional dan strategis untuk membangun usaha dan masa depan,” serunya.

Tak lupa, ia mengapresiasi seluruh insan koperasi atas dedikasinya dalam memperkuat ekonomi nasional.

“Selamat Hari Koperasi ke-78. Mari kita jadikan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Amsakar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *