Peringati Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025, Kapolsek Belakang Padang AKP Asril Gerakkan Warga Belakang Padang Perangi DBD Lewat Gotong Royong

Kapolsek Belakang Padang, AKP. Asril

Belakang Padang | Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64, Polsek Belakang Padang bersama unsur pimpinan kecamatan (Upika) dan anggota Gerakan Pramuka menggelar kegiatan gotong royong (goro) massal yang difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian bubuk ABATE secara gratis kepada masyarakat, sebagai langkah pencegahan agar lingkungan tetap aman dari ancaman nyamuk Aedes aegypti.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Belakang Padang, AKP Asril, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam mencegah berkembangnya penyakit berbahaya seperti DBD.

“Saya mengajak seluruh warga untuk tidak hanya mengandalkan kegiatan ini sekali dalam setahun. Mari kita jadikan gotong royong sebagai kebiasaan rutin, minimal setiap minggu atau dua minggu sekali. Dengan lingkungan yang bersih, kita dapat memutus rantai perkembangbiakan nyamuk dan melindungi keluarga dari penyakit berbahaya,” ujar AKP Asril, Sabtu (9/8/2025)

Dalam kegiatan tersebut, para anggota pramuka, personel kepolisian, serta pelajar dan masyarakat bergotong royong membersihkan selokan, menutup genangan air, hingga menaburkan bubuk ABATE pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan lingkungan di Belakang Padang.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka mengaku senang dan terbantu dengan adanya pembagian ABATE gratis serta dukungan penuh dari Polsek Belakang Padang. Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini membuat mereka semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama.

AKP Asril menambahkan, selain mencegah DBD, menjaga lingkungan bersih juga membantu meminimalisir penyakit lain yang dapat timbul akibat kotoran dan genangan air. Ia berharap semangat gotong royong ini terus hidup di tengah masyarakat, bukan hanya pada momentum peringatan tertentu.

Dengan sinergi antara Polsek, Upika, Gerakan Pramuka, dan masyarakat, Belakang Padang diharapkan dapat menjadi contoh wilayah yang bebas DBD dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *