Belakang Padang | Upaya pemulihan terumbu karang di wilayah pesisir Batam dan Kecamatan Belakang Padang diharapkan dapat mengembalikan habitat ikan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Sebanyak 1.450 struktur buatan berbentuk spider disiapkan dalam program pemulihan terumbu karang yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Sebagai bagian dari program tersebut, kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pemulihan Terumbu Karang digelar di Aula Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, Jumat (16/10/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Geos Saka Kreatif berdasarkan pekerjaan yang diselenggarakan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan KLH/BPLH, unsur pemerintah Kecamatan Belakang Padang dan Kelurahan Tanjung Sari, aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan, pengurus RT/RW, serta tokoh masyarakat, pemuda, dan nelayan setempat.
Perwakilan Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut KLH/BPLH, Aditya Yuniarti, mengatakan pemulihan terumbu karang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Belakang Padang.
Menurutnya, terumbu karang yang pulih dapat mendukung kembalinya ikan ke habitat alaminya. Kondisi tersebut diharapkan membuka peluang bagi nelayan untuk memperoleh hasil tangkapan di perairan yang lebih dekat sehingga tidak perlu melaut terlalu jauh.
“Dengan diperbaikinya terumbu karang, ikan-ikan akan mudah datang kembali. Nelayan tidak harus melaut jauh, cukup di dekat-dekat situ saja ikannya sudah datang,” ujar Aditya.
Ia menambahkan, jarak melaut yang lebih dekat juga diharapkan memberikan rasa aman bagi keluarga nelayan yang selama ini menunggu kepulangan anggota keluarganya saat mencari ikan di laut.
1.450 Spider Disiapkan, Setiap Struktur Berisi 12–14 Bibit Karang
Aditya menjelaskan, program pemulihan terumbu karang di wilayah Batam dan Belakang Padang mencakup sebanyak 1.450 spider. Setiap struktur tersebut ditanami sekitar 12 hingga 14 bibit karang.
Dengan jumlah tersebut, program ini diharapkan mampu mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada proses penanaman, pemantauan, dan pemeliharaan setelah struktur tersebut ditempatkan di laut.
Aditya menegaskan, upaya pemulihan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun pelaksana kegiatan. Peran masyarakat pesisir juga diperlukan untuk memastikan terumbu karang yang telah ditanam dapat terjaga dan berkembang dengan baik.
“Kami berharap pemulihan ini bisa didukung oleh masyarakat. Keberhasilannya tidak hanya dari kami, tetapi juga bergantung pada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, masyarakat Belakang Padang memiliki peran strategis karena beraktivitas di sekitar wilayah pesisir dan lebih dekat dengan lokasi pemulihan. Karena itu, keterlibatan warga diperlukan untuk membantu memantau kondisi terumbu karang secara berkelanjutan.
Ia berharap partisipasi nelayan, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai unsur lainnya tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut pada upaya nyata menjaga ekosistem laut.
Masyarakat dan Media Diharapkan Ikut Mengawal
Aditya berharap kegiatan sosialisasi dan pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga terumbu karang sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam memantau perkembangan program pemulihan.
Ia juga mengharapkan media turut berperan menyebarluaskan informasi dan mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga ekosistem laut.
Bagi masyarakat Belakang Padang yang kehidupannya erat dengan laut, pemulihan terumbu karang bukan sekadar upaya memperbaiki lingkungan. Program ini juga diharapkan menjadi langkah jangka panjang untuk menjaga ketersediaan sumber daya ikan dan mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan.
Keberhasilan program tersebut pada akhirnya membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaksana kegiatan, dan masyarakat pesisir. Dengan pengawasan serta pemeliharaan yang berkelanjutan, terumbu karang yang dipulihkan diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.
Wartawan : M. Yusuf Suhaili Editor : Redaksi





