Trailer Senggol Atap Kantor Dishub Batam, Saat Razia Patuh 2025

Batam | Razia Operasi Patuh 2025 yang digelar di depan kantor Dishub Kota Batam mendadak berubah jadi kepanikan. Sebuah truk trailer bernomor polisi BP 9023 VE secara tak sengaja menyenggol atap lobi Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam, saat diarahkan masuk ke area parkir untuk pemeriksaan.

Gesekan keras antara bagian badan atas truk dan atap bangunan menyebabkan kerusakan dan membuat warga serta petugas berhamburan menyelamatkan diri. Insiden itu terjadi begitu cepat. Truk diarahkan oleh petugas gabungan ke dalam pelataran parkir kantor Dishub.

Bacaan Lainnya

Namun, sang pengemudi yang tampak kebingungan malah menabrak bagian depan atap bangunan. Bunyi benturan terdengar keras, memecah konsentrasi operasi yang tengah berlangsung. Beberapa bagian atap langsung ambruk, mengagetkan orang-orang di sekitar lokasi.

“Truknya tinggi banget, saya kira nggak bakal bisa masuk. Tiba-tiba dah kena saja itu sama badan trailer. Semua langsung lari. Kena atapnya saat mobil sedang mencari tempat parkir. Situasinya sempat bikin panik” ucap Boelan saksi mata, Kamis (17/7/2025).

Petugas langsung mengamankan pengemudi truk untuk dimintai pertanggungjawaban. Beberapa petugas lainnya tampak sigap membersihkan puing-puing reruntuhan di sekitar lobi, sembari memastikan tak ada korban dalam kejadian tersebut.

Di tengah kepanikan itu, razia tetap dilanjutkan. Ratusan kendaraan roda dua maupun empat diperiksa satu per satu oleh petugas gabungan dari BPTD Kepri, Polda Kepri, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan. Kelengkapan dokumen, kondisi teknis, hingga kelayakan berkendara jadi fokus utama pemeriksaan.

Beberapa pengendara tampak mencoba melarikan diri, namun tetap berhasil dicegat. Ria (26), seorang pengendara yang baru pulang kerja, sempat kaget saat kendaraannya ditahan karena tak membawa STNK.

“Saya pikir pengalihan jalan, eh malah ditahan. Kaget juga, takutnya pungli. Tapi kalau resmi untuk negara, saya ikuti,” katanya dengan wajah waswas.

Ria menambahkan, dia agak sedikit kesal karena razia dilakukan saat pulang kerja dalam keadaan lelah Ia pun menyarankan pihak yang sedang melakukan razia harus memikirkan resiko ya g muncul seperu penegakan aturan, ketegangan psikologis masyarakat, ataupun kesalahan prosedur teknis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *