Trestel Pelabuhan Tanjungbatu Ambruk Mendadak, Penumpang Dialihkan Lewat Ponton Darurat

Karimun | Aktivitas di Pelabuhan Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, sempat lumpuh setelah trestel atau jembatan penghubung menuju ponton ambruk ke laut pada Selasa (21/7/2026). Insiden yang diduga dipicu kondisi besi penyangga yang telah berkarat dan lapuk itu terjadi saat sejumlah kapal hendak bersandar di pelabuhan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, proses naik dan turun penumpang sempat terganggu karena akses utama menuju kapal tidak lagi dapat digunakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Saipul, membenarkan ambruknya trestel yang selama ini menjadi jalur utama penumpang menuju kapal.

Menurutnya, KSOP bergerak cepat dengan mendatangkan teknisi untuk melakukan perbaikan agar fasilitas pelabuhan dapat kembali berfungsi secepatnya.

“Sudah kami tindaklanjuti dengan mendatangkan teknisi untuk segera melakukan perbaikan. Selain itu, agar aktivitas sandar kapal dan turun naik penumpang bisa berjalan lancar, kami sudah mengirimkan surat ke SPN Polda Kepri,” ujar Saipul.

Ia menjelaskan, surat tersebut diajukan sebagai permohonan izin penggunaan dermaga milik SPN Polda Kepri yang berada tepat di samping Pelabuhan Tanjungbatu. Dermaga tersebut direncanakan menjadi lokasi sandar sementara selama proses perbaikan trestel berlangsung sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Sementara itu, warga Tanjungbatu, Imam Soekarno, mengatakan trestel patah ketika beberapa kapal sudah berada di dekat dermaga dan bersiap melakukan proses sandar.

“Sebelum penumpang turun, trestel sudah patah. Akhirnya penumpang dialihkan melalui ponton milik Pemerintah Kabupaten Karimun agar bisa turun dan naik kapal,” katanya.

Imam mengungkapkan, ponton milik Pemerintah Kabupaten Karimun yang digunakan sebagai jalur alternatif sebenarnya sudah tidak lagi layak beroperasi. Ponton tersebut mengalami kebocoran dan telah ditutup sejak beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, karena situasi darurat dan kapal sudah telanjur bersandar, ponton tersebut terpaksa difungsikan sementara agar proses embarkasi dan debarkasi penumpang tetap dapat berlangsung. Setelah seluruh penumpang yang datang berhasil dievakuasi turun, calon penumpang yang akan berangkat kemudian diarahkan menuju ponton secara bergantian untuk meminimalkan risiko keselamatan.

KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun memastikan proses perbaikan trestel akan segera dilakukan. Pihaknya berharap akses menuju ponton dapat kembali normal dalam waktu dekat sehingga operasional Pelabuhan Tanjungbatu kembali berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut.

 

Pewarta : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *