Belakang Padang | Pelabuhan lama dengan kondisi yang rusak parah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendadak viral di media sosial.

Lokasi tepatnya berada di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepri.
Pelabuhan lama yang berada di atas laut dengan kondisi yang memprihatinkan Ini terdapat banyak lubang di sekitar area jembatan, sehingga menjadi pusat perhatian publik bertahun – tahun lamanya.
Lubang-lubang berdiameter cukup besar menganga hampir di seluruh permukaan jembatan.
Papan kayu yang menjadi alas pelantar tersebut, saat ini kondisinya sudah hancur dan rusak parah.
Pelabuhan yang dikenal warga dengan Pelabuhan Bea Cukai ini memiliki panjang lebih kurang 50 meter itu terlihat tidak terawat tanpa ada perbaikan atau rehabilitasi sama sekali. Sementara, di pelabuhan tersebut ada kantor pos Bea dan Cukai Belakang Padang.
Pelabuhan yang dulunya pernah menjadi pelabuhan internasional sekitar tahun 1970 sampai era 1980, tidak lagi digunakan sebagai aktivitas warga setempat tapi beralih fungsi menjadi tempat bongkar muat kapal ikan dari pulau pulau sekitaran.
“Sudah lama pelabuhan tersebut rusak dimakan usia. Sejak pelabuhan kuning dibangun, aktivitas di pelabuhan lama pun beralih fungsi menjadi bongkar muat kapal ikan,” kata Ar salah satu warga setempat, Senin (17/2/2025) lalu.
Ar juga mengatakan pelabuhan internasional ini dulunya juga digunakan pihak Pertamina Pulau Sambu, untuk mengantarkan anak-anak sekolah di SMPN 1 Belakang Padang dengan menggunakan kapal.
Lanjut Ar, Namun sekarang pelabuhan lama ini digunakan untuk aktivitas bongkar muat kapal ikan dari pulau pulau sekitaran.
“Kami berharap perhatian dari Pemerintah maupun instansi terkait untuk melakukan perbaikan atau merehabilitasi pelabuhan lama tersebut dan bisa menjadi ikon Pulau Penawar Rindu,” tutup Ar
Sementara itu, Kondisi jembatan yang rusak parah ini membuat warganet ramai memberikan komentarnya dan mendesak pemerintah melakukan perbaikan secepatnya.
“Ini aset Pemprov Riau karna waktu dibangun belum ada Pemprov Kepri” tulis Isman Susilo
“Yang punya Pemprov Kepri karna masuk dalam ranah pembangunan provinsi, kalau pelabuhan umum jalan utama masuk ke pembagunan pemko” kata Nur Alfi fauziana.
“Jembatan penuh sejarah pada waktunya, sekarang dah macam jembatan sirotul mustakim,” ujar Lindasandy
“Salah satu icon Belakang Padang sangat indah dilihat dari atas tangga menuju kantor camat lama belakang Padang,” sebut Alexander.
“Kasih Wali Kota Batam liat” tulis Hari ini.
“Bagus diviralkan supaya yang jadi gubernur atau kepala daerah bisa langsung perbaiki,” kata Tapa.
“Ini harus di renov oleh Pemprov Kepri untuk kepentingan masyarakat Belakang Padang kalau dapat pemko Batam yang meneruskan pembangunannya
Seharusnya anggota dewan dapil Belakang Padang yang memberitahukan ke Pemko Batam” ujar Syafdiwar.
Senada itu, salah satu tokoh masyarakat Belakang Padang, Wak Kisno mengatakan kepada awak media beberapa waktu lalu. Masalah ini, sudah pernah dipertanyakan ke Pemko Batam terkait pelabuhan lama yang rusak parah ini untuk bisa diperbaiki.
“Pernah kami tanyakan ke Pemko Batam terkait pelabuhan lama yang sudah tidak layak lagi digunakan. Namun dari pihak Pemko Batam mengatakan, belum tahu ini aset siapa,” ungkap Wak Kisno saat ditemui awak media, Jum’at (25/4/2025) lalu.
Lanjutnya, sudah berkali kali disampaikan melalui jaringan aspirasi masyarakat, setiap anggota dewan provinsi mengadakan reses di Belakang Padang dan bahkan Ini sudah berapa kali di ukur namun hasil nihil.
Ia berharap kepada instansi terkait untuk bisa melakukan perbaikan jembatan dipelabuhan lama ini karna merupakan icon dan sejarah pelabuhan pertama yang ada di Belakang Padang.
“Ini merupakan icon dan sejarah pelabuhan yang pertama kali yang ada di Belakang Padang, tutup Wak Kisno.





