Batam | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Provinsi Kepulauan Riau, melaporkan sebanyak 13 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) telah rampung dibangun.
Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, menyampaikan bahwa dari total 35 lokasi dapur MBG yang direncanakan di Batam, sebanyak 13 titik telah selesai pembangunan fisik dan telah menjalani penilaian oleh Kementerian Keuangan.
“Di Batam ada 13 titik dari total 35 yang sudah selesai pembangunan dan sudah dilakukan penilaian oleh Kementerian Keuangan. Sekarang tinggal menunggu proses administrasi di Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum beroperasi,” ujarnya dikutip, Senin (2/3).
Ketiga belas dapur MBG tersebut tersebar di sejumlah pulau wilayah 3T, yakni Kelurahan Setokok dengan 258 penerima manfaat, Pulau Terong (680), Sembulang (815), Pulau Pemping (163), Pulau Selat Nenek (266), Pulau Abang (342), Pulau Sembur (261), Pulau Panjang (84), Pulau Geranting (145), Pulau Jaloh (185), Pulau Air (555), Pulau Air Raja (635), serta Pulau Ngenang (322).
“Total penerima manfaat dari 13 dapur ini ada 4.711 orang. Per pulau ada satu dapur,” katanya.
Defri menambahkan, secara nasional dapur MBG di wilayah 3T memang belum ada yang operasional. Namun pihaknya berharap setelah Lebaran program tersebut mulai berjalan.
“Belum ada yang operasional secara nasional untuk 3T. Semoga setelah Lebaran sudah ada yang mulai berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, 22 lokasi dapur MBG lainnya di Batam masih dalam tahap pembangunan. Beberapa di antaranya berada di Kelurahan Tanjung Kertang, Sembulang, Monggak, serta Pulau Pecong.
Secara keseluruhan, dapur MBG wilayah 3T di Batam tersebar di lima kecamatan, yakni Bulang, Belakangpadang, Sekupang, Nongsa, dan Galang. Dengan rampungnya 13 dapur ini, diharapkan distribusi makanan bergizi bagi masyarakat kepulauan Batam segera terealisasi dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi warga.
Pewarta : Eko





