37 Rumah RTLH di Tanjung Sari Siap Diperbaiki, Rakor BSPS 2026 Jadi Langkah Awal Perubahan Nyata

Belakang Padang | Harapan baru mulai menyinari warga Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, seiring digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Persiapan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026, Senin (4/5). Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam upaya memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dengan fokus awal pada 37 unit rumah yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Program BSPS sendiri merupakan salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Meski sebelumnya target perbaikan mencapai 100 unit rumah, namun pada tahap awal tahun 2026 ini, sebanyak 37 rumah dipastikan akan menerima bantuan dengan nilai sekitar Rp20 juta per unit.

Rakor ini tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi juga menjadi ruang penyamaan persepsi antara berbagai pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah kelurahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), hingga perwakilan dari Kementerian PUPR dan masyarakat calon penerima manfaat. Tujuannya jelas, agar seluruh proses berjalan lancar, tepat sasaran, serta minim kendala di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme program BSPS, mulai dari tahapan awal hingga pelaksanaan di lapangan. Sosialisasi ini menjadi kunci agar warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam proses pembangunan melalui sistem swadaya.

Adapun kriteria calon penerima bantuan (CPCL) ditegaskan secara rinci, yakni Warga Negara Indonesia yang sudah berkeluarga, memiliki atau menguasai tanah secara sah, tinggal di rumah dengan kondisi rusak berat atau tidak layak huni, serta belum pernah menerima bantuan perumahan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Kriteria ini menjadi filter utama agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Sementara itu, alur pelaksanaan program juga dipaparkan secara transparan. Dimulai dari tahap sosialisasi kepada masyarakat, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk memastikan kondisi rumah dan kelengkapan dokumen. Setelah itu, warga akan membentuk kelompok swadaya sebagai wadah gotong royong dalam proses pembangunan. Dana bantuan yang dicairkan nantinya akan digunakan untuk pembelian material serta pembayaran upah tenaga kerja.

Lurah Tanjung Sari, M. Yamin, melalui Sekretaris Lurah Tanjung Sari, Nurasikin, kembali menegaskan bahwa program ini harus dipahami secara utuh oleh masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaannya.

“Bantuan BSPS sebesar Rp20 juta ini bukan untuk membangun rumah secara keseluruhan, melainkan fokus pada perbaikan bagian utama rumah, seperti dapur, ruang tamu, atau struktur inti yang sudah tidak layak. Jika kebutuhan perbaikan melebihi nilai tersebut, maka sisanya harus dilakukan secara swadaya oleh warga penerima bantuan,” jelas Nurasikin.

Lebih lanjut, Nurasikin juga meluruskan proses penetapan penerima bantuan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Penetapan 37 rumah penerima dari total usulan 100 RTLH itu sepenuhnya merupakan hasil kerja tim survei yang telah turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi kondisi rumah. Pihak kelurahan hanya menerima hasil tersebut dan tidak ikut campur tangan dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan,” tegasnya.

Ia menambahkan, transparansi dalam proses ini menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, sekaligus memastikan program benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.

“Kami ingin semua berjalan terbuka dan objektif. Karena itu, masyarakat juga diharapkan dapat memahami bahwa proses ini melalui tahapan yang ketat dan profesional,” tambahnya.

Kehadiran perwakilan dari Kementerian PUPR dalam kegiatan ini semakin memperkuat komitmen bahwa program BSPS menjadi prioritas nasional dalam penanganan RTLH. Dukungan lintas sektor diharapkan mampu mempercepat terwujudnya hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat.

Bagi warga Tanjung Sari, program ini bukan hanya tentang perbaikan fisik rumah, tetapi juga tentang menghadirkan kenyamanan, keamanan, dan harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik. Dengan dimulainya Rakor Sosialisasi ini, langkah kecil menuju perubahan besar pun resmi dimulai dimulai dari 37 rumah, menuju masa depan yang lebih layak huni.

 

Pewarta : M. Yusuf Suhaili

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *