Belakang Padang | Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra atas perhatian besar yang diberikan kepada para kader Posyandu dan Kader Kelurahan Siaga di wilayah pulau terluar, khususnya di Kecamatan Belakang Padang.
Kepedulian tersebut diwujudkan dalam kegiatan silaturahmi dan penyerahan insentif kepada 250 kader yang berlangsung di Gedung Nasional Belakang Padang. Suasana haru dan semangat menyelimuti ruangan saat Amsakar dan Claudia membawakan lagu “Indonesia Jaya”, menginspirasi para kader yang selama ini bekerja senyap di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Sebagai wilayah hinterland, kami merasa diperhatikan secara langsung. Terima kasih Pak Wali dan Bu Wawako, atas kehadiran dan kebijakan nyata untuk para kader kami. Ini menjadi energi moral bagi kami semua di Belakang Padang,” ucap Abdul Hanafi.
Ia menambahkan bahwa kehadiran langsung dua pimpinan tertinggi Pemko Batam di Belakang Padang menjadi bentuk nyata komitmen pemerataan pembangunan dan perhatian kepada daerah hinterland.
“Kader kami bekerja tidak mengenal lelah. Mereka bukan hanya relawan, tapi pahlawan kesehatan. Apa yang dilakukan Pemko Batam hari ini adalah bentuk keberpihakan pada pelayanan dasar masyarakat,” imbuhnya.
Camat Hanafi juga berharap agar perhatian ini dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk insentif, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan fasilitas penunjang kader di lapangan.
“Kami percaya, di bawah duet kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia, perhatian kepada pulau-pulau akan terus meningkat. Semoga ke depan, insentif kader bisa terus ditingkatkan dan program pelatihan bagi kader-kader muda juga bisa digalakkan,” tutupnya penuh harap.
Di kecamatan Belakang Padang, sebanyak 250 kader menerima insentif dari Pemerintah Kota Batam. Dan bukan hanya Belakang Padang yang disapa langsung oleh pimpinan daerah. Di hari yang sama, di SP Plaza Batu Aji, Amsakar dan Li Claudia menyapa 1.427 kader dari empat kecamatan lainnya: Batu Aji, Bulang, Sagulung, dan Galang.
Wali Kota mengapresiasi kiprah para kader yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sektor kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah.
“Kader Posyandu dan Kader Kelurahan Siaga ini menjalankan sebagian besar tugas penting pemerintah, mulai dari menurunkan angka kematian ibu dan bayi, memperlancar program imunisasi, hingga menekan angka stunting,” ujar Amsakar.
Ia juga menyebutkan bahwa insentif yang diberikan kepada para kader merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendukung kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan antar kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, bagi Li Claudia, kader Posyandu dan Kelurahan Siaga bukan sekadar relawan. Mereka adalah pelaku nyata yang mengawal tumbuh kembang anak-anak Batam dan menjaga kesehatan masyarakat dari tingkat paling dasar.
“Kami sangat menyadari pentingnya peran kader. Para kader bukan hanya mencatat berat badan bayi. Para kader menjaga masa depan Batam dari balik timbangan dan buku posyandu,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemko Batam berkomitmen menjaga kesejahteraan kader, bahkan tengah mempertimbangkan penambahan insentif di masa mendatang, tentu dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Kami pikirkan betul kesejahteraan kader. Kami tahu, kerja para kader bukan kerja biasa,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Leo Putra, menjelaskan bahwa sebanyak 4.039 kader se-Kota Batam saat ini telah menerima insentif sebesar Rp400 ribu per bulan selama 12 bulan penuh. Ini adalah kebijakan nyata dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para kader.





