Joget Lambak Guncang Elang-Elang Laut: Kuliner Laris, UMKM Belakang Padang Panen Berkah

Belakang Padang | Suasana di kawasan wisata kuliner Elang-Elang Laut Belakang Padang akhir pekan ini benar-benar pecah meriah. Ratusan warga lokal dan wisatawan memadati lokasi sejak sore hari, menikmati aneka sajian kuliner khas Melayu sambil ikut larut dalam irama pertandingan joget lambak yang menggema dari panggung hiburan.

Bacaan Lainnya

Dari ujung jalan masuk hingga ke tepi pantai, deretan lapak UMKM tampak sibuk melayani pembeli. Aroma sate ayam, ikan bakar, ayam bakar, asam pedas bercampur dalam udara, menggoda siapa pun yang lewat untuk mampir. Beberapa pedagang bahkan mengaku dagangannya ludes lebih cepat dari perkiraan.

“Alhamdulillah, hari ini rezeki melimpah. Jam tujuh malam saja sudah habis stok. Mungkin karena orang ramai datang mau nonton joget lambak, jadi sekalian makan malam,” ujar Wak Warnik, salah satu penjual sate ayam legendaris dengan cita rasa bumbu yang turun temurun, Sabtu (9/8/2025).

Joget lambak yang menjadi ikon hiburan Melayu benar-benar menjadi magnet utama malam itu. Alunan musik rancak memanggil kaki untuk bergoyang, dan tak hanya penonton dewasa, anak-anak hingga wisatawan lokal pun tampak ikut mencoba gerakan sederhana namun memikat itu.

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE yang turut hadir dalam acara ini mengungkapkan kebanggaannya. “Kegiatan seperti ini bukan hanya melestarikan budaya Melayu, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga. Kita lihat sendiri, UMKM kita malam ini panen berkah. Harapan saya, agenda seperti ini bisa rutin dilaksanakan agar ekonomi lokal semakin tumbuh dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

Kehadiran acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi warga setempat. Banyak pelaku UMKM mengaku penghasilannya naik berlipat dibanding hari biasa.

Malam semakin larut, namun semangat pengunjung tak surut. Lampu-lampu warna-warni yang memantul di permukaan laut membuat suasana semakin syahdu. Di atas panggung, musik joget lambak terus mengalun, dan di sepanjang tenda kuliner, transaksi tak henti-hentinya berlangsung. Belakang Padang malam itu benar-benar menjadi panggung kegembiraan, sekaligus ladang rezeki bagi para pelaku usaha.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *