Danposal Sambu, Letda (laut) Babullah.
Belakang Padang | Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapangan Indera Sakti Kecamatan Belakang Padang, wilayah strategis yang menjadi salah satu garda terdepan Indonesia di perbatasan dengan Singapura.
Dalam momentum bersejarah ini, Danposal Sambu Letda (Laut) Babullah turut hadir bersama jajaran pemerintahan dan masyarakat. Kehadirannya menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga menyala di pulau-pulau terdepan.
Letda (Laut) Babullah menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa, terutama di wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Semangat kemerdekaan harus terus kita kobarkan, terutama di wilayah perbatasan. Tugas kita adalah menjaga laut, menjaga kedaulatan, sekaligus memperkuat persaudaraan dengan masyarakat. Inilah wujud bakti kami sebagai prajurit TNI AL,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah dan perjuangan para pahlawan.
“Kemerdekaan ini adalah warisan besar. Generasi penerus bangsa harus menjaganya, mengisinya dengan karya nyata, agar Indonesia terus maju menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Lebih jauh, Letda Babullah menyampaikan harapan khusus untuk masa depan peringatan Hari Kemerdekaan di Belakang Padang.
“Saya berharap suatu saat upacara 17 Agustus dapat dipusatkan di Belakang Padang. Kita tidak boleh lupa sejarah, bahwa sebelum ada Batam, Belakang Padang dulu menjadi pusat pemerintahan. Semoga nilai sejarah ini terus kita ingat dan jadikan kebanggaan bersama,” ujarnya penuh makna.
Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Belakang Padang menjadi simbol bahwa dari pusat hingga perbatasan, seluruh rakyat Indonesia bersatu dalam semangat kebangsaan. Dengan kehadiran Danposal Sambu, makna perayaan ini semakin kuat: bahwa laut dan perbatasan adalah bagian penting dari kedaulatan dan kejayaan Indonesia.





