Staman Malay Musical Guncang Belakang Padang, Kolaborasi Spektakuler dengan Artis Singapura

Belakang Padang | Malam di Pulau Penawar Rindu benar-benar bergemuruh pada Sabtu dan Minggu (16–17 Agustus 2025). Selama dua hari berturut-turut, Staman Malay Musical menghibur masyarakat Kecamatan Belakang Padang dalam rangkaian Malam Kesenian memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bacaan Lainnya

Acara yang dipandu oleh dua pembawa acara profesional penuh energik, Waya dan Adam, berjalan begitu meriah dan hidup. Kedua MC ini mampu mencairkan suasana dengan gaya interaktif, membuat penonton semakin betah mengikuti rangkaian hiburan hingga larut malam.

Di panggung, Staman Malay Musical tampil dengan formasi lengkap. Riki selaku ketua sekaligus pemain seruling memimpin rekan-rekannya: Edi Irawan (gitar), Zulham (bass), Zulfianda (gendang), Zabur (drum), Razi (accordion), serta dua vokalis andalan, Robi dan Rina. Perpaduan musik tradisi Melayu dengan sentuhan modern membuat ribuan pasang mata terpukau.

Riki mengucapkan terima kasih kepada Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE, serta seluruh masyarakat yang kembali mengundang mereka untuk tampil.

“Alhamdulillah, ini sudah kali kedua kami hadir di Belakang Padang. Terima kasih kepada Pak Camat Abdul Hanafi dan seluruh masyarakat yang telah memberikan ruang bagi kami untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Semoga silaturahmi budaya ini terus terjalin,” ujarnya penuh semangat.

Yang membuat malam semakin istimewa adalah kolaborasi lintas negara. Staman Malay Musical berduet dengan penyanyi asal Singapura, Nas, yang mengaku bangga bisa tampil bersama.

“Ini pertama kali saya berkolaborasi dengan Staman Malay Musical. Malam ini saya bawakan lagu-lagu joget, juga lagu Indonesia, ditemani sahabat saya, artis Singapura Wan Huzarwan,” kata Nas kepada posmetrobatam.co.id

Tak hanya musik, panggung kesenian juga turut dimeriahkan oleh penampilan Sanggar Singa Tari dari Pulau Kasu yang menghadirkan tarian tradisional penuh warna. Kehadiran mereka menambah nuansa budaya yang kental dalam pesta rakyat ini.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, SE diwakili oleh Sekcam Belakang Padang Mexson Dody, S.STP. Turut hadir pula H. Laode Salman, Jumari, Wan Hilda, tokoh masyarakat, serta Izhar selaku panitia Staman Malay Musical. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya di Belakang Padang.

Salah satu sponsor kegiatan, H. Laode Salman, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Dengan adanya acara seperti ini, UMKM lokal bisa berputar dan diharapkan mampu menarik wisatawan baik dari lokal maupun luar. Apalagi Belakang Padang merupakan garda terdepan yang langsung bertetangga dengan negara Singapura,” ungkap Salman.

Ia juga menambahkan pesan penting untuk masa depan Belakang Padang. “Saya berharap kegiatan HUT ke-80 RI bisa lebih meriah lagi pada tahun-tahun mendatang. Kepada seluruh masyarakat Belakang Padang, mari kita bersinergi untuk memajukan daerah kita tercinta,” pesannya.

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE diwakili Sekcam Belakang Padang, Mexson Dody, S.STP, juga turut memberikan apresiasi acara malam kesenian pentas seni ini. “Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga perekat kebersamaan. Kami bangga, Belakang Padang bisa menghadirkan kolaborasi lintas budaya bahkan lintas negara. Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah menyukseskan acara ini,” ujarnya.

Dua malam berturut-turut di Belakang Padang pun menjadi bukti bahwa musik, tari, dan kebersamaan dapat menyatukan masyarakat lintas generasi, bahkan lintas negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *