Belakang Padang | Semangat literasi kembali digaungkan di lingkungan sekolah. SMP Negeri 1 Batam mendapat kunjungan istimewa dari UPT Perpustakaan Muhammad Sani Provinsi Kepulauan Riau. Kunjungan edukasi ini tidak sekadar membawa buku, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus menanamkan budaya literasi di kalangan pelajar.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Batam, Sri Rahayu, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran tim perpustakaan.
“Alhamdulillah kita dikunjungi Perpustakaan Muhammad Sani Provinsi Kepri. Harapan kami dengan kunjungan ini anak-anak semakin bersemangat dalam literasi. Semoga silaturahmi ini mampu meningkatkan kemampuan membaca, kemampuan mengungkapkan apa yang ingin disampaikan, serta keberanian siswa untuk berbicara di depan umum,” ungkapnya, Rabu (24/9)
Sri Rahayu juga menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama tersebut. Ia berharap agar kunjungan serupa tidak hanya berhenti pada satu kesempatan, melainkan berkelanjutan sehingga siswa semakin dekat dengan dunia literasi.
“Ke depan, kami ingin lebih mengenalkan siswa pada perpustakaan dan manfaatnya bagi masa depan mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Muhammad Sani, Juniar Dameria Siahaan, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari strategi jemput bola dalam pelayanan literasi.
“Ini lebih mengarah kepada kunjungan edukasi. Kami datang bukan hanya sekadar berkunjung, tetapi membawa pelayanan langsung dengan menghadirkan buku-buku ke SMP Negeri 1 Batam. Harapannya, budaya literasi semakin tumbuh di kalangan generasi muda,” jelasnya.
Melalui kunjungan edukasi ini, para siswa tidak hanya diberi akses membaca, tetapi juga diajak untuk berinteraksi, berdiskusi, dan berlatih menyampaikan gagasan. Langkah ini sejalan dengan visi meningkatkan kualitas generasi muda Batam agar lebih kritis, kreatif, dan berani mengungkapkan ide.
Kunjungan Perpustakaan Muhammad Sani ke SMP Negeri 1 Batam menjadi momentum penting dalam menghidupkan budaya literasi di era digital. Sinergi antara sekolah dan perpustakaan diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi literat yang siap menghadapi tantangan zaman.





