TK Kemala Bhayangkari Belakang Padang Ajak Anak Belajar Cinta Ikan dan Sayur Lewat Kunjungan Edukatif ke Kebun KWT Bhomi Sentosa

Belakang Padang | Suasana ceria tampak mewarnai kebun milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Bhomi Sentosa yang berlokasi di lingkungan Koramil 05/Belakang Padang, Kelurahan Tanjung Sari, saat puluhan murid TK Kemala Bhayangkari Belakang Padang melakukan kunjungan edukatif, Kamis (16/10)

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan puncak tema pembelajaran “Binatang”, di mana anak-anak diajak langsung mengenal berbagai aktivitas ketahanan pangan seperti budidaya ikan lele dalam ember (budikdamber) dan menanam sayuran seperti kangkung dan bayam.

Ketua KWT Bhomi Sentosa menjelaskan, kegiatan tanam sayur dan budidaya ikan ini merupakan upaya nyata kelompoknya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah pulau.

“Kami sudah enam kali panen kangkung dan bayam. Hasilnya kami serahkan untuk anak-anak hinterland yang mengalami stunting, serta untuk ibu hamil dan menyusui,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa budidaya ikan lele dalam ember ini merupakan inovasi baru di Belakang Padang. Selain menghasilkan ikan, sistem tersebut juga memanfaatkan tanaman kangkung di atasnya, sehingga anak-anak bisa belajar konsep pertanian terpadu antara beternak dan berkebun.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari Belakang Padang, Henny, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak didiknya.

“Melalui kunjungan ini, anak-anak bisa langsung melihat ikan lele dan belajar menanam sayur. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan, sekaligus menanamkan kebiasaan makan ikan dan sayur sejak dini,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan kelompok tani di Belakang Padang.

“Semoga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cinta lingkungan, dan mencintai hasil bumi kita sendiri,” pungkasnya.

Kunjungan edukatif ini disambut antusias para murid dan guru. Mereka tampak bersemangat mencoba menanam bibit kangkung di petak-petak kebun serta memberi pakan ikan lele di kolam ember. Kegiatan sederhana ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam menanamkan nilai-nilai ketahanan pangan dan kecintaan terhadap alam sejak usia dini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *