Batam | Polda Kepulauan Riau menghadirkan inovasi layanan publik selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah dengan membuka kanal pengaduan berbasis Barcode Propam di setiap pos pelayanan. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh anggota Polri yang bertugas di lapangan memberikan pelayanan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Kepala Bidang Humas Polda Kepri sekaligus Kasatgas Humas Operasi Ketupat Seligi 2026, Nona Pricillia Ohei, menjelaskan bahwa masyarakat cukup memindai barcode yang tersedia untuk menyampaikan laporan atau pengaduan terkait pelayanan anggota di lapangan.
“Setiap laporan yang masuk akan diproses secara transparan. Pelapor juga akan menerima bukti digital berupa Surat Penerimaan Pengaduan Propam (SP2) sebagai tanda laporan telah diterima secara resmi,” ujarnya di Tanjungpinang dikutip, Rabu (18/3).
Menurutnya, mekanisme ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan internal sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat krusial dalam mendorong terwujudnya Polri yang profesional dan akuntabel.
Selain kanal barcode, Polda Kepri juga mengoptimalkan layanan darurat melalui Call Center 110 yang siaga 24 jam serta aplikasi Polri Super App. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan mudik.
Tak hanya itu, bagi pemudik yang khawatir meninggalkan rumah kosong, kepolisian turut menyediakan layanan penitipan kendaraan dan barang berharga di kantor polisi terdekat secara gratis.
“Kami ingin masyarakat dapat mudik dengan tenang, aman, dan nyaman. Polri hadir untuk melayani dan melindungi,” tambahnya.
Dalam rangka memastikan keselamatan perjalanan, Polda Kepri juga bersinergi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan untuk menyiagakan personel di pelabuhan-pelabuhan utama. Pengawasan difokuskan pada kepatuhan terhadap standar keselamatan, termasuk larangan kelebihan muatan dan kewajiban penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung.
Petugas juga mengingatkan para nakhoda dan operator kapal agar tidak mengabaikan kondisi cuaca serta memastikan kapal dalam keadaan laik laut dengan muatan sesuai ketentuan.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebelum melakukan perjalanan, demi memastikan mudik berlangsung aman dan lancar.
Pewarta : Eko





