Oknum Petugas Imigrasi Batam Dinonaktifkan, Diduga Terlibat Pungli terhadap Turis Singapura

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto.

Batam | Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menonaktifkan seorang petugas Imigrasi di Kota Batam yang diduga terlibat praktik pungutan liar (pungli) terhadap wisatawan asal Singapura.

Petugas berinisial JS tersebut kini diberhentikan sementara dari tugasnya dan tengah menjalani pemeriksaan internal oleh Direktorat Kepatuhan Internal Imigrasi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penegakan disiplin serta menjaga integritas pelayanan keimigrasian.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto, membenarkan penonaktifan tersebut. Ia menyebut, proses pemeriksaan masih berlangsung untuk mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan.

“Iya, yang bersangkutan sudah diberhentikan dari tugas dan sedang menjalani pemeriksaan internal,” ujarnya, Minggu (29/3).

Menurut Ujo, pihaknya masih melakukan pendalaman guna memastikan sejauh mana keterlibatan yang bersangkutan, termasuk kemungkinan apakah praktik pungli tersebut dilakukan berulang atau melibatkan pihak lain.

Kasus ini juga tengah dikembangkan untuk mengungkap adanya potensi keterlibatan oknum lain, khususnya petugas yang bertugas di pintu masuk warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Batam Centre.

“Siapa saja yang terlibat, kita tunggu hasil pemeriksaan. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak Imigrasi berkomitmen memperketat pengawasan terhadap seluruh petugas di wilayah Kepulauan Riau guna mencegah kejadian serupa terulang.

Ujo menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah JS telah berulang kali melakukan pungli, karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim pengawasan internal (Patnal).

Kasus ini menjadi perhatian serius, seiring upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya wisatawan mancanegara, terhadap layanan keimigrasian di Indonesia.

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *