Belakang Padang | Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti peringatan hari ulang tahun ke-40 Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Tedy Wibisono. Di tengah kesederhanaan, momen ini justru terasa semakin bermakna, menjadi refleksi perjalanan panjang seorang pemimpin yang telah mendedikasikan diri untuk pelayanan publik, khususnya dalam bidang keimigrasian.
Perayaan yang digelar secara sederhana tersebut turut dihadiri oleh jajaran internal Kantor Imigrasi, mulai dari para Kepala Seksi hingga pejabat struktural lainnya. Hadir dalam kesempatan itu Kasi Wasdak, Kasi Tikim, Kasi Impokim, serta Kabag TU yang bersama-sama memberikan doa dan harapan terbaik bagi Tedy Wibisono. Kehadiran mereka menjadi simbol kekompakan dan soliditas dalam menjalankan tugas negara.

Dalam suasana yang penuh keakraban, tidak ada kemewahan yang ditonjolkan. Justru kesederhanaan itulah yang mencerminkan karakter Tedy Wibisono sebagai sosok pemimpin yang bersahaja, dekat dengan bawahan, dan selalu mengedepankan nilai kebersamaan. Tawa ringan dan obrolan santai menjadi pengiring momen kebahagiaan tersebut, mempererat hubungan emosional antarpegawai.

Memasuki usia ke-40, Tedy Wibisono tidak hanya bertambah secara usia, tetapi juga semakin matang dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Selama mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, ia dikenal sebagai figur yang tegas namun humanis, mampu menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.
Ucapan selamat dan doa pun mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari redaksi posmetrobatam.co.id yang diwakili oleh M. Yusuf Suhaili. Dalam keterangannya, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kepemimpinan Tedy Wibisono.
“Selamat ulang tahun ke-40 kepada Bapak Tedy Wibisono. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin. Kami melihat beliau sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelayanan publik dan kemajuan institusi,” ujar M. Yusuf Suhaili, Kamis (2/4).
Lebih lanjut, ia juga berharap agar di usia yang semakin matang ini, Tedy Wibisono dapat terus membawa inovasi dan semangat baru dalam meningkatkan kualitas layanan keimigrasian, khususnya di wilayah Belakang Padang yang memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan.
Perayaan sederhana ini menjadi pengingat bahwa makna kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan dan ketulusan. Di balik tugas besar yang diemban, seorang pemimpin tetaplah manusia yang membutuhkan momen untuk disyukuri bersama orang-orang terdekatnya.
Empat dekade perjalanan hidup Tedy Wibisono kini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, mengabdi dengan sepenuh hati, dan terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sebuah perjalanan yang tidak hanya tentang waktu, tetapi juga tentang dedikasi, integritas, dan ketulusan dalam menjalankan amanah.
Redaksi





