Warga Senggarang Diterkam Buaya Saat Cari Gonggong di Tanjung Sebauk

Tanjung Pinang | Seorang warga Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, mengalami luka parah setelah diterkam buaya saat mencari gonggong di perairan Tanjung Sebauk, Kamis (14/5) sore.

Korban diketahui bernama Asropin (33). Ia mengalami luka serius di bagian kepala, dada, dan tangan akibat gigitan serta cakaran buaya saat berada di laut.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, korban bersama sang kakak, Masturi, tengah mencari gonggong di kawasan perairan Tanjung Sebauk. Setelah hasil tangkapan diperoleh, korban kemudian mencuci gonggong di laut dengan posisi sekitar 50 meter dari bibir pantai dan kedalaman air mencapai dada orang dewasa.

Masturi menuturkan, dirinya lebih dulu berada di daratan ketika tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong dari arah laut. Saat menoleh, ia melihat adiknya dalam kondisi timbul tenggelam.

“Waktu itu saya sudah di darat. Tiba-tiba korban teriak minta tolong, pas saya lihat kondisinya sudah timbul tenggelam,” ujar Masturi, Jumat (15/5).

Tanpa berpikir panjang, Masturi langsung bergegas menuju lokasi dan mengevakuasi korban ke daratan. Saat proses penyelamatan berlangsung, buaya yang menyerang korban sudah tidak terlihat lagi.

“Pas saya tolong, buayanya sudah tidak ada. Katanya sempat dipukul-pukul sama adik saya sampai akhirnya lepas,” katanya.

Usai dievakuasi, korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Tabib untuk menjalani perawatan intensif.

Masturi mengaku, adiknya sudah cukup lama mencari gonggong dan menyelam di kawasan tersebut. Namun, baru kali ini terjadi serangan buaya terhadap warga setempat.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Madong, Erni, membenarkan bahwa kemunculan buaya di perairan tersebut memang sudah beberapa kali dilaporkan warga. Bahkan, ada warga yang mengaku sempat dikejar predator tersebut.

“Memang sering muncul buaya di sana, tetapi sebelumnya tidak pernah menyerang. Mungkin karena korban sedang menyelam, jadi tidak sadar ada buaya di sekitar lokasi,” ujarnya.

Peristiwa ini membuat warga diminta lebih waspada saat beraktivitas di perairan Tanjung Sebauk, khususnya ketika mencari hasil laut di kawasan yang diduga menjadi habitat buaya.

 

Pewarta : Januar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *