Anambas | Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Aneng menghadiri kegiatan Jum’at Curhat bersama nelayan Pulau Jemaja yang digelar bersama Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, di Jemaja, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog tersebut menjadi wadah silaturahmi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat nelayan dalam memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya Pulau Jemaja.
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menegaskan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan nyaman. Ia mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kita harus bersama-sama menjaga ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika ada persoalan, mari diselesaikan dengan diskusi dan komunikasi yang baik,” ujar Aneng.
Pada kesempatan itu, Bupati Aneng juga menyampaikan harapannya kepada Kapolda Kepri agar putra-putri daerah Kepulauan Anambas mendapat peluang yang lebih besar dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Menurutnya, banyak keluarga nelayan di Anambas yang bekerja keras demi memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
“Orang tua kita siang malam melaut demi menyekolahkan anak-anak mereka. Mereka punya harapan besar agar anak-anaknya bisa mengubah nasib dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Selain berharap adanya kesempatan lebih luas bagi generasi muda Anambas untuk bergabung dengan institusi Polri, Bupati Aneng juga meminta dukungan kepolisian dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat agar kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat.
Ia turut mengapresiasi perhatian Kapolda Kepri terhadap masyarakat Anambas, termasuk rencana bantuan kapal patroli untuk mendukung keamanan wilayah perairan.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan komitmen jajaran kepolisian dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pengawasan internal dan sistem pengaduan yang terbuka.
Menurutnya, masyarakat kini dapat menyampaikan laporan maupun pengaduan melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari WhatsApp, media sosial, hingga sistem digital yang telah disiapkan kepolisian.
“Kantor polisi tidak ada tutupnya. Kapolsek harus siap melayani masyarakat selama 24 jam,” tegasnya.
Kapolda Kepri juga mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, untuk waspada terhadap potensi penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Ia meminta masyarakat tidak sembarangan menerima titipan barang yang tidak diketahui isinya karena dapat menimbulkan konsekuensi hukum serius.
Di hadapan masyarakat Jemaja, Asep Safrudin turut memberikan motivasi kepada generasi muda Anambas agar berani bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi anggota Polri maupun profesi lainnya.
“Saya bukan anak pejabat, bukan anak polisi, saya orang kampung. Tapi saya punya mimpi dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” ujarnya memberi semangat.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem penerimaan anggota Polri di wilayah Kepulauan Riau kini menggunakan pola klasterisasi. Dengan sistem tersebut, peserta dari Kepulauan Anambas akan bersaing dengan peserta dari daerah kepulauan yang sama, bukan dengan peserta dari kota besar seperti Batam. Kebijakan itu disebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi putra-putri daerah kepulauan.
Menutup kegiatan tersebut, Kapolda Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan Jum’at Curhat itu juga disejalankan dengan penyerahan bantuan kepada para nelayan di Jemaja sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada masyarakat pesisir.
Pewarta : Ribut





