Batam | Penggerebekan HH Club Planet 3.0 Pub & KTV di Batam belum menutup rangkaian penyelidikan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Penyidik masih mengembangkan perkara tersebut dan membuka kemungkinan memeriksa tempat hiburan malam lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, pengembangan perkara membutuhkan waktu karena penyidik harus mengumpulkan sekaligus memastikan bukti sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Iya perlu waktu dong, kan itu sulit nyarinya. Kalau gampang, ya masyarakat sudah menangkap lama itu,” kata Eko, Rabu (12/8).
Pernyataan tersebut disampaikan Eko saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pemeriksaan terhadap klub malam lain di Batam setelah penggerebekan HH Club. Ia membenarkan bahwa peluang tersebut masih terbuka.
“Ada kemungkinan (pemeriksaan klub malam lainnya),” ujarnya.
Menurut Eko, pengungkapan jaringan narkotika tidak berhenti pada penindakan terhadap orang yang ditemukan di lokasi. Penyidik harus menelusuri hubungan antarpelaku, memeriksa barang bukti, serta memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Eko juga menanggapi sorotan mengenai pengawasan peredaran narkotika di tempat hiburan malam oleh kepolisian daerah. Penggerebekan HH Club sebelumnya dilakukan langsung oleh Bareskrim Polri.
Ia menegaskan, perbedaan hasil penyelidikan tidak dapat langsung diartikan bahwa kepolisian di daerah tidak melakukan penindakan. Menurutnya, setiap personel maupun satuan kepolisian memiliki kondisi dan metode penyelidikan yang berbeda.
“Ya nggak bisa begitu ya, kedalaman cara penyelidikan tiap personel berbeda-beda. Bukan berarti polisi di Kepri tidak bekerja, mungkin ada batasan-batasan,” katanya.
Salah satu kendala dalam penyelidikan, lanjut Eko, adalah kemungkinan personel kepolisian di daerah lebih mudah dikenali ketika melakukan pengumpulan informasi secara tertutup.
“Mungkin mukanya gampang dikenal, betul kan? Beda sama kami-kami (Bareskrim) kan punya keuntungan sendiri kalau melakukan penyelidikan di luar kota,” ujarnya.
Karena itu, Bareskrim masih mendalami informasi yang diperoleh dari penggerebekan HH Club. Penyidik akan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain maupun lokasi lain yang memiliki hubungan dengan perkara tersebut.
Eko memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan. Pengembangan kasus akan terus berjalan berdasarkan temuan serta bukti yang diperoleh penyidik.
“Langkah selanjutnya penyidikan profesional, transparan, dikembangkan,” katanya.
Selain pengembangan perkara, Eko mengingatkan seluruh pemilik tempat hiburan malam di Batam agar meningkatkan pengawasan di lokasi usaha masing-masing. Ia meminta pengelola tidak membiarkan tempat hiburan malam menjadi ruang bagi peredaran narkotika.
“Imbauan juga kepada pemilik tempat hiburan malam yang lain, jangan sampai terjadi kejadian yang sama terulang,” ujar Eko.
Sementara itu, dalam penggerebekan HH Club, puluhan orang sempat diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Eko mengatakan sebagian dari mereka telah dibawa ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan, sedangkan sebagian lainnya masih berada di Batam.
“Sebagian, sebagian masih di sini,” katanya.
Hingga kini, penyidik masih menelusuri rangkaian perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap tempat hiburan malam lain di Batam pun masih dimungkinkan apabila hasil pengembangan menemukan informasi dan bukti yang mengarah pada keterkaitan dengan jaringan narkotika.
Editor : Aken





