Batam | Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, menegaskan tiga indikator sederhana yang menentukan keberhasilan kinerja para camat dan lurah, yakni: kantor rapi, lingkungan tertata, dan sampah bisa terurai.
“Itu ukuran paling dasar,” katanya, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait kebersihan, pertamanan, dan drainase Kota Batam, di Ruang Hang Nadim, Lantai IV, Gedung Pemerintah Kota Batam, Kamis (4/9/2025).
Hadir dalam rapat ini, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, serta seluruh camat dan lurah se-Kota Batam.
Amsakar tak main-main. Ia akan mengevaluasi kinerja para camat dan lurah, enam bulan ke depan. Untuk itu, ia meminta pejabat di garda terdepan itu lebih kreatif dan inovatif dalam menangani persoalan masyarakat.
Dalam arahannya, Amsakar juga menerangkan peran vital camat dan lurah sebagai ujung tombak pelayanan. Ia meminta penataan lingkungan dimulai dari kantor masing-masing, baik di dalam ruangan maupun area sekitarnya.
“Berbicara kinerja tidak ada artinya jika kantor sendiri berantakan. Kantor yang rapi menghadirkan energi positif sekaligus mencerminkan citra baik pemerintah,” ujar Amsakar.
Menurutnya, lurah dan camat adalah representasi pertama pemerintah di mata masyarakat. Karena itu, penataan kantor tidak boleh diabaikan, apalagi dengan alasan keterbatasan anggaran. Halaman, taman, hingga drainase juga harus tertata.
“Rumput jangan dibiarkan tumbuh tinggi, pohon harus dipangkas rutin, dan drainase mesti diperhatikan. Semua itu mencerminkan keseriusan kita dalam bekerja,” tegasnya.





