Ardi Optimis Target Tercapai, Kunjungan Wisman Maret Melonjak

Ardi foto bersama peserta Marching Band dari Malaysia di acara BIMAC2024.

Batam | Kota Batam kian mengukuhkan diri sebagai gerbang utama wisatawan mancanegara (wisman) di Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, kontribusi kunjungan wisman melalui Batam pada Maret 2026 mencapai sekitar 75,68 persen dari total kunjungan ke wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyebut dominasi ini menegaskan posisi strategis Batam sebagai pintu masuk pariwisata internasional, khususnya di kawasan perbatasan. Sepanjang Maret 2026, tercatat sebanyak 114.837 wisman berkunjung ke Batam, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 100.279 kunjungan. Sementara itu, total kunjungan wisman ke Kepulauan Riau pada bulan yang sama mencapai 151.730 kunjungan.

“Batam masih menjadi pilihan utama wisman karena aksesibilitasnya yang mudah, baik melalui Bandara Hang Nadim maupun pelabuhan ferry internasional,” ujar Ardiwinata, Senin (4/5/2026).

Secara keseluruhan, kunjungan wisman ke Kepulauan Riau pada Maret 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 17,72 persen secara tahunan (year-on-year). Ardiwinata menilai tren positif ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata terus pulih dan berkembang, khususnya di Batam.

Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan dengan memperkuat daya tarik destinasi, meningkatkan kualitas amenitas, serta memperluas aksesibilitas. “Kami melihat tren tahunan masih tumbuh. Ini menjadi peluang bagi Batam untuk terus berbenah, baik dari sisi atraksi wisata, amenitas, maupun aksesibilitas,” katanya.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisman ke Batam tercatat mencapai 372.765 atau sekitar 77,78 persen dari total kunjungan wisman ke Kepulauan Riau yang mencapai 479.225 kunjungan. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di Batam masih bergerak dalam tren yang positif.

Untuk menjaga momentum tersebut, Disbudpar Batam terus mendorong penyelenggaraan berbagai event serta memperkuat promosi pariwisata. Selain itu, kolaborasi dengan pelaku industri dan para pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing destinasi.

“Sinergi semua pihak sangat penting agar Batam tetap kompetitif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” tutup Ardiwinata.

 

Pewarta : M. Yusuf Suhaili

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *