Batam | PT Bandara Internasional Batam (BIB) membuka peluang kerjasama strategis dengan maskapai AirAsia Malaysia. Kedua pihak telah melakukan pertemuan lanjutan di kantor pusat AirAsia, Kuala Lumpur, pada 27 Agustus 2025. Pembahasan difokuskan pada rencana operasional di Bandara Hang Nadim. Kesepakatan teknis belum dicapai, namun komunikasi dinilai semakin intensif.
Direktur Utama BIB, Annang Setia Budhi, mengatakan AirAsia dikenal sebagai maskapai berbiaya rendah (LCC) dengan jaringan lebih dari 150 destinasi. Maskapai ini menyatakan minat untuk menghubungkan Batam dengan Kuala Lumpur, Penang, dan Denpasar. Tiga rute tersebut dipandang potensial karena menyasar segmen wisata dan bisnis. Namun rencana itu masih menunggu kajian lebih lanjut dari kedua pihak.
“Kami percaya bahwa hal ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Batam dan
sekitarnya, namun demikian kami tidak bisa jalan sendri tapi juga harus didukung oleh semua kami pihak-pihak terkait, akan terus berkoordinasi dengan Manajemen Air Asia Malaysia untuk memastikan kesuksesan rencana kerjasama ini,” jelasnya dalam siaran pers, Sabtu (30/8/2025).
Rute Batam–Kuala Lumpur ditargetkan beroperasi pada Maret 2026, sementara Penang dan Denpasar direncanakan lebih cepat di 2025. Jika terealisasi, langkah ini akan membuka akses baru bagi wisatawan dan pelaku bisnis. BIB memandang dampaknya bukan hanya pada mobilitas penumpang. Lebih jauh, rute ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi di Batam.
Annang menekankan bahwa BIB tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan regulasi, infrastruktur, dan koordinasi dengan instansi lain menjadi faktor penting.Batam memiliki posisi strategis di jalur transportasi udara kawasan barat Indonesia. Jika konektivitas internasional terbuka lebar, Batam berpeluang menjadi hub baru penerbangan, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan.





