Batam International Sea Eagle Boat Race 2026 Siap Digelar, Disbudpar Targetkan Dongkrak Ekonomi Belakang Padang

Batam | Persiapan pelaksanaan Batam International Sea Eagle Boat Race 2026 di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, terus dimatangkan. Hingga awal November, kesiapan penyelenggaraan ajang olahraga dayung berskala internasional tersebut diklaim telah mencapai sekitar 90 persen.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026 itu akan dipusatkan di Perairan Kelang-Kelang Laut, Belakang Padang, atau dikenal sebagai Pulau Penawar Rindu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Drs. Ardhy Winata, mengatakan persiapan terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar penyelenggaraan internasional.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Batam International Sea Eagle Boat Race 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Disbudpar Kota Batam, Gedung Lembaga Adat Melayu Kota Batam, Senin (2/11/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.

Rapat dipimpin langsung Ardhy Winata dan dihadiri unsur TNI-Polri, Basarnas, pemerintah kecamatan, serta sejumlah instansi dan pihak pendukung lainnya.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek teknis, mulai dari kesiapan arena perlombaan, pengamanan, keselamatan peserta dan pengunjung, kelistrikan, pengaturan lalu lintas, hingga penataan bazar UMKM.

Ardhy menjelaskan, Batam International Sea Eagle Boat Race merupakan kegiatan yang tumbuh dari inisiatif masyarakat atau bersifat bottom-up. Pemerintah Kota Batam kemudian mengangkat dan mengembangkannya menjadi salah satu agenda kegiatan tingkat kota.

Menurutnya, meskipun kegiatan tersebut sempat vakum hampir 12 tahun, potensi penyelenggaraannya masih sangat besar. Disbudpar melihat ajang ini memiliki daya tarik pasar (marketable), terutama karena mendapat respons positif dari peserta dalam negeri maupun luar negeri, khususnya Singapura dan Malaysia.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Durasi penyelenggaraan selama tiga hari juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Kehadiran peserta dan rombongan dari luar daerah diperkirakan meningkatkan kebutuhan penginapan, termasuk pemanfaatan rumah-rumah penduduk sebagai homestay.

“Dampaknya cukup luar biasa bagi perputaran ekonomi masyarakat, industri pariwisata, dan sektor pendukung lainnya,” ujarnya.

Ardhy berharap penyelenggaraan dari tahun ke tahun dapat dikemas semakin profesional. Untuk meningkatkan kualitas perlombaan, panitia juga menggandeng Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), termasuk dalam dukungan teknis dan penyediaan wasit.

Ia turut menilai Pulau Penawar Rindu, Belakang Padang, memiliki nilai jual tersendiri sebagai lokasi penyelenggaraan. Letaknya yang berdekatan dengan Singapura serta panorama perkotaan negara tetangga tersebut menjadi daya tarik wisata yang dapat dipromosikan lebih luas.

Sementara itu, Ratna selaku sekretaris pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa persiapan di tingkat kecamatan telah memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pembenahan arena perlombaan dilakukan sesuai arahan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang pada penyelenggaraan tahun sebelumnya meminta agar kualitas dan fasilitas venue ditingkatkan sehingga semakin memenuhi standar perlombaan internasional.

Sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan antara lain pengecatan dock start, pembangunan tiang-tiang pembatas jalur perlombaan, serta pembenahan kawasan sekitar arena. Selanjutnya, panitia akan menyelesaikan pembangunan panggung dan penataan area parkir untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Dari sisi pengamanan dan keselamatan, panitia kecamatan juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, di antaranya kepolisian, TNI, Koramil, Pos TNI AL, Marinir, Imigrasi, dan Bea Cukai. Koordinasi tersebut diperlukan mengingat kegiatan ini turut melibatkan peserta dari luar negeri.

Dalam rapat koordinasi, sejumlah instansi juga menyampaikan dukungan operasional. Ditpolairud Polda Kepri akan menyiagakan dua unit kapal patroli, sementara Basarnas menyiapkan dua unit perahu untuk mendukung keselamatan selama perlombaan berlangsung.

Pihak PLN juga menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan kelistrikan dan menyarankan penyediaan genset tambahan sebagai sumber listrik cadangan. Unsur TNI AL, Imigrasi, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya turut mempersiapkan dukungan sesuai tugas masing-masing.

Selain kesiapan perlombaan, pemerintah kecamatan juga mulai mempersiapkan keterlibatan pelaku UMKM yang akan mengisi bazar selama kegiatan berlangsung. Penataan bazar menjadi salah satu perhatian agar kawasan kegiatan terlihat seragam, bersih, tertib, dan menarik bagi pengunjung.

Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta dijadwalkan datang dari Malaysia, di antaranya Terengganu dan Johor, serta sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jambi, Siak Indrapura, Tanjungpinang, dan Lingga. Seluruh peserta perlombaan juga akan mendapatkan perlindungan asuransi.

Melalui persiapan dan koordinasi lintas instansi tersebut, Batam International Sea Eagle Boat Race 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda olahraga dan promosi pariwisata, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat Belakang Padang.

Keterlibatan UMKM, pemanfaatan rumah warga sebagai penginapan, serta meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat Pulau Penawar Rindu.

 

Wartawan : M. Yusuf Suhaili
Editor : Zaki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *