Batam | Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tampak nyata di kawasan pesisir, Kecamatan Belakang Padang, Rabu (11/2/2026). Ratusan warga bersama pelajar dan Uspika turun langsung membersihkan sampah di sepanjang tepi laut dataran lang-lang laut, sebagai bagian dari pencanangan Gerakan Masyarakat (Gema) Batam ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Aksi bersih-bersih di kawasan pesisir ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang dicanangkan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, yang dipusatkan di Simpang K-Square, Batamcentre, dengan melibatkan sedikitnya 2.000 peserta. Sementara itu, di tingkat kecamatan se-Kota Batam, kegiatan serupa diikuti total 3.600 peserta atau sekitar 300 orang di setiap kecamatan, termasuk di Belakang Padang.
Di Kecamatan Belakang Padang, gotong royong melibatkan unsur TNI-Polri, aparatur kecamatan, tokoh masyarakat, hingga murid-murid sekolah. Para pelajar tampak antusias memunguti sampah plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa arus laut, lalu mengumpulkannya dalam kantong-kantong sampah hitam di sepanjang pesisir.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa Gema Batam ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional Forkopimda beberapa waktu lalu. Menurutnya, gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan gotong royong seremonial, melainkan harus dijalankan secara berkelanjutan dan kolektif.

“Gema Batam ASRI adalah ikhtiar bersama untuk mewujudkan kota yang aman, sehat, resik, dan indah. Tanggung jawab menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kewajiban seluruh masyarakat Batam,” tegas Amsakar.
Amsakar menjelaskan, implementasi Gema Batam ASRI akan dilakukan secara terukur dan kontinu. Di lingkungan perkantoran pemerintah dan permukiman warga, kegiatan kebersihan terpadu atau corvey akan dilaksanakan minimal satu kali dalam sepekan sebagai bentuk pembiasaan disiplin dan keteladanan aparatur.
Sementara itu, di lingkungan sekolah, gerakan ini diterapkan melalui kegiatan kebersihan selama 30 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Langkah tersebut bertujuan menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
“Kami ingin membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan. Sekolah adalah ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, Gema Batam ASRI juga menjadi bagian dari dukungan Pemko Batam terhadap kebijakan strategis nasional, sekaligus memperkuat citra Batam sebagai kota yang tertib, sehat, dan ramah investasi, seiring perannya sebagai kawasan strategis nasional dan internasional.
Sementara itu, Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, SE menyambut baik pencanangan Gema Batam ASRI yang dilaksanakan hingga ke wilayah pesisir dan pulau terluar Batam. Ia menilai gerakan ini sangat relevan dengan karakter Belakang Padang sebagai kawasan laut dan perkampungan nelayan.
“Gerakan Masyarakat Batam ASRI ini sejalan dengan semangat warga Belakang Padang. Kami ingin Belakang Padang, khususnya kawasan Bedelau, tetap asri, bersih, dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun bagi aktivitas kelautan,” ujar Abdul Hanafi.
Ia menjelaskan, kawasan pesisir Bedelau memiliki peran penting sebagai ruang hidup masyarakat sekaligus etalase wajah Batam dari sisi laut. Oleh karena itu, keterlibatan pelajar dan warga dalam gotong royong dinilai sangat strategis untuk membangun kesadaran kolektif.
“Dengan melibatkan murid sekolah sejak dini, kita menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Harapannya, budaya bersih ini tidak hanya saat kegiatan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Belakang Padang,” tambahnya.
Pencanangan Gema Batam ASRI juga ditandai dengan komitmen bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan unsur Forkopimda Kota Batam untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI secara konsisten di lapangan. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan di seluruh wilayah Batam, termasuk kawasan pesisir dan pulau-pulau penyangga.
“Dengan kebersamaan dan konsistensi, kami optimistis Batam dapat tumbuh sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bersih, nyaman, dan membanggakan,” pungkas Amsakar.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili Editor : Zaki





