BI Kepri Sosialisasikan Penggunaan QRIS ke Masyarakat Belakang Padang

Belakang Padang | Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Salah satu langkah konkretnya dilakukan dengan menggelar sosialisasi dan edukasi penggunaan QRIS di Aula Kantor Kecamatan Belakang Padang, Senin (27/10/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE, didampingi Lurah Tanjung Sari, M. Yamin, serta Asisten Direktur BI Kepri, Husni Naparin, yang juga menjabat sebagai Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah BI Kepri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Cabang BRK Belakang Padang, Kepala Cabang BRI Belakang Padang, Ketua PPMS dan anggota, Ketua Paguyuban Becak, Waka LAM Kota Batam, EO BI Kepri, Wakapolsek Belakang Padang beserta anggota, serta unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Bhabinpotmar Kelurahan Tanjung Sari.

Dalam sambutannya, Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, SE menyampaikan apresiasi kepada BI Kepri yang telah memilih Kecamatan Belakang Padang sebagai salah satu lokasi sosialisasi QRIS.

Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mendorong pelaku UMKM lokal agar mulai beralih ke sistem pembayaran non-tunai.

“Melalui pengenalan QRIS, kita ingin mendorong pelaku UMKM di Belakang Padang agar bisa lebih maju dan siap bersaing di era digital. Ini langkah penting untuk memudahkan transaksi, meningkatkan efisiensi, dan memperluas pasar,” ujar Hanafi.

Lebih lanjut, Hanafi mengungkapkan bahwa Kecamatan Belakang Padang akan menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan yang berpotensi menggerakkan ekonomi lokal, di antaranya event olahraga lari yang akan diikuti sekitar 500 peserta, serta berbagai perlombaan seni dan budaya seperti lomba tari, joget, dan layang-layang.

“Kami berharap kegiatan yang akan digelar pada 15–16 November 2025 nanti dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Belakang Padang, bukan hanya di tingkat kota Batam, tapi juga secara lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Husni Naparin dari BI Kepri menjelaskan bahwa pihaknya menghadapi tantangan tersendiri dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran di wilayah 3T. Meski begitu, BI Kepri berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan memperluas sinergi bersama pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“Di wilayah 3T, tantangannya memang tidak mudah. Tapi kami terus berupaya menjangkau masyarakat hingga pelosok agar dapat menikmati kemudahan transaksi digital melalui QRIS,” jelas Husni saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, BI Kepri juga sukses menggelar CERNIVAL 2025 di kawasan Harbour Bay, Batam, pada Juli lalu. Kegiatan tersebut mencatat lebih dari 73 ribu transaksi QRIS dalam dua hari pelaksanaan, meningkat 164 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dengan langkah-langkah nyata ini, BI Kepri berharap penggunaan QRIS semakin meluas hingga ke masyarakat pulau, termasuk di Belakang Padang, guna mempercepat transformasi ekonomi digital di Kepulauan Riau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *