Bikin Terharu, Petugas SPPG di MBG Belakang Padang Temukan Surat Kecil dan Uang Receh di Wadah Makan Pelajar Hinterland

Belakang Padang | Ada pemandangan mengharukan di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. Saat para petugas SPPG tengah membersihkan wadah makan logam milik para pelajar penerima manfaat, mereka mendapati beberapa wadah berisi secarik kertas kecil dan uang receh lipatan tangan mungil.

Bacaan Lainnya

Di antara sisa nasi dan lauk, terselip tulisan tangan anak-anak dengan pesan yang begitu tulus. Salah satunya bertuliskan, “Makasih sudah masakin MBG-nya” disertai uang Rp1000 dan koin Rp500. Di wadah lain, selembar kertas bergaris penuh coretan polos berbunyi, “Tante kalau buat perkedel jangan pake tahu, pake kentang aja ❤️” dan disertai dua lembar uang Rp2 ribu yang tampak kusut namun bermakna dalam.

Petugas dapur MBG yang menemukannya mengaku terharu. Bagi mereka, uang receh itu bukan sekadar nominal kecil, tapi bentuk ketulusan dan rasa terima kasih dari anak-anak pulau yang menikmati hidangan mereka setiap hari.

“Kami tidak menyangka ada anak-anak yang dengan polosnya meninggalkan uang dan surat ucapan terima kasih di wadah makan. Rasanya haru sekali, seperti dibayar dengan cinta,” ungkap salah seorang petugas SPPG, Rabu malam (15/10)

Program MBG sendiri menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kota Batam untuk menjaga asupan gizi anak sekolah, terutama di wilayah hinterland seperti Belakang Padang. Setiap pagi, petugas dapur menyiapkan ratusan hingga ribuan porsi makanan bergizi, lengkap dengan lauk, sayur, dan buah, lalu didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Namun, momen sederhana seperti surat kecil dan uang receh itu seolah menjadi penghargaan tak ternilai bagi para petugas.

“Kami biasanya hanya tahu makanan habis dimakan anak-anak, tapi kali ini kami benar-benar merasa dihargai. Anak-anak pulau memang luar biasa,” ujar petugas lainnya sambil tersenyum.

Dari balik dapur kecil di pulau penyangga ini, kisah itu menjadi pengingat bahwa rasa syukur tidak harus datang dari hal besar. Lewat coretan tangan mungil dan uang receh penuh ketulusan, anak-anak Belakang Padang telah mengajarkan makna apresiasi yang sesungguhnya.

Sebuah pesan sederhana, bahwa setiap makanan bergizi yang diantarkan bukan sekadar program, tapi juga wujud kasih dan perhatian antar sesama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *