Boat Pancung Belakang Padang Panen Rejeki di Masa Liburan, Abdul Hanafi : Belakang Padang Punya Daya Tarik Tersendiri

Belakang Padang | Libur panjang menjadi berkah tersendiri bagi para operator boat pancung di Kecamatan Belakang Padang. Ramainya arus wisatawan yang datang ke pulau ini selama beberapa hari terakhir membuat jasa transportasi laut tradisional tersebut panen rejeki.

Bacaan Lainnya

Pelabuhan rakyat Belakang Padang tampak padat sejak pagi hingga sore hari. Warga dari berbagai wilayah di Batam dan sekitarnya memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke pulau yang dikenal dengan julukan “Pulau Penawar Rindu” ini. Mereka datang untuk menikmati wisata kuliner, suasana kampung pesisir, hingga menjelajah pulau-pulau kecil di sekitarnya.

“Alhamdulillah, sejak libur kemarin penumpang terus ramai. Bisa sampai dua kali lipat dari hari biasa. Biasanya hanya 1 kali jalan, sekarang bisa sampai 3 trip sehari,” ujar Wak Man, salah satu penambang boat pancung di Belakang Padang, Jumat (27/6/2025).

Tarif boat pancung tetap stabil, berkisar antara Rp20.000 per orang untuk sekali perjalanan. Namun, meningkatnya jumlah penumpang menjadi sumber tambahan penghasilan bagi para penambang. Beberapa boat juga disewa rombongan untuk wisata keluarga dan kunjungan ke pulau terdekat seperti Pulau Kasu, Pecung, dan Lengkang.

Salah satu wisatawan asal Batam, Maya, mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Belakang Padang dan merasa terkesan. “Rasanya beda, seru banget! Anak-anak juga senang bisa lihat laut dan pulau dari dekat,” tuturnya.

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE menyambut positif meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi warga selama libur panjang.

Ia mengatakan, kondisi ini menjadi peluang untuk mengangkat potensi wisata daerah.

“Kami sangat bersyukur sektor transportasi laut dan UMKM warga kembali bergeliat. Ini pertanda bahwa Belakang Padang punya daya tarik tersendiri. Harapan kami, para pelaku transportasi tetap mengutamakan keselamatan, dan masyarakat lokal dapat terus meningkatkan pelayanan agar wisatawan betah dan ingin kembali,” ungkap Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kecamatan akan terus bersinergi dengan pihak terkait dalam menjaga kenyamanan dan keamanan selama masa libur dan seterusnya.

Momentum liburan ini menunjukkan bahwa boat pancung tidak hanya menjadi alat transportasi utama, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang patut dipertahankan dan dikembangkan di kawasan kepulauan seperti Belakang Padang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *