Belakang Padang | Suasana Masjid At-Taqwa, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu (17/1), tampak khidmat dan penuh kekeluargaan. Ratusan jamaah, khususnya kaum ibu yang tergabung dalam Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) PAC Belakang Padang, memadati masjid untuk mengikuti Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sekaligus Khotmil Qur’an 10 Tahun Tadarus Bersama.
Kegiatan religius ini mengusung tema “Ke Langit Menjemput Sholat, Hadiah Teruntuk Hamba yang Taat”, sebagai pengingat akan peristiwa agung Isra’ Mi’raj yang menjadi tonggak diwajibkannya sholat lima waktu bagi umat Islam. Tema tersebut juga selaras dengan semangat istiqamah Muslimat NU Belakang Padang yang telah satu dekade menjaga tradisi tadarus Al-Qur’an secara berkesinambungan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE, bersama sejumlah tokoh agama, pengurus NU, serta masyarakat setempat. Kehadiran Camat Belakang Padang menjadi bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan umat yang tumbuh dari akar masyarakat.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan khotmil Qur’an sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 10 tahun tadarus yang telah dilalui Muslimat NU PAC Belakang Padang. Momentum ini menjadi bukti nyata peran kaum ibu dalam menjaga nilai-nilai keislaman, khususnya dalam membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan keluarga dan masyarakat.
Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, SE menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Muslimat NU atas konsistensi dan dedikasinya dalam kegiatan keagamaan.
“Saya sangat mengapresiasi Muslimat NU PAC Belakang Padang yang selama 10 tahun ini istiqamah melaksanakan tadarus Al-Qur’an. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata dari ikhtiar menjaga nilai spiritual dan moral di tengah masyarakat,” ujar Abdul Hanafi.
Ia juga menegaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum memperkuat kesadaran akan pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-hari.
“Isra’ Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya sholat sebagai tiang agama. Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap nilai-nilai ketaatan, kebersamaan, dan akhlakul karimah semakin mengakar di Belakang Padang,” tambahnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz M. Abi Wakos, M.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengulas makna mendalam peristiwa Isra’ Mi’raj serta kaitannya dengan sholat sebagai “hadiah langsung dari langit” bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Ustadz Abi Wakos menekankan bahwa sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membentuk pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
“Sholat adalah mi’rajnya orang beriman. Jika Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah perjalanan fisik dan ruhani, maka sholat adalah perjalanan ruhani kita setiap hari menuju Allah,” tuturnya di hadapan jamaah.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, kekuatan iman, serta keberlanjutan kegiatan tadarus Al-Qur’an yang telah menjadi tradisi Muslimat NU Belakang Padang. Suasana kebersamaan dan kekhidmatan semakin terasa saat seluruh peserta mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama, mencerminkan eratnya ukhuwah islamiyah antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Masjid At-Taqwa tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan nilai keislaman yang terus hidup di tengah masyarakat Belakang Padang. (m. yusuf suhaili)





